Meski sudah bebas, keluarga belum bisa berkomunikasi dengan Wendi

Keluarga hanya bisa melihat wajah Wendi di televisi, setelah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Meski sudah bebas, keluarga belum bisa berkomunikasi dengan Wendi
10 WNI yang dibebaskan Abu Sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com

Keluarga Wendi Rakhadian, anak buah kapal Brahma yang disandera Kelompok Abbu Sayyaf di Filipina belum dapat berkomunikasi sampai saat ini, setelah 10 sandera dibebaskan.

"Alhamdulillah Wendi bebas, tapi kami baru bisa melihat wajahnya di televisi, hingga sekarang kami belum bisa menghubunginya," kata Ayah Wendi, Aidil di Padang, Senin (2/5).

Aidil mengaku informasi kebebasan Wendi diperoleh dari televisi dan seluruh keluarga menyambut bahagia.

"Kami berharap segera bisa bertemu dengan Wendi minimal bisa berkomunikasi dulu," harapnya kepada Antara.

Lebih jauh Aidil menuturkan, saat informasi pembebasan Wendi diterima, banyak kerabat yang berkunjung ke rumah.

Aidil mengatakan terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada 23 Maret 2016, saat itu Wendi memberi kabar bahwa sedang berada di perbatasan laut Malaysia menuju Filipina.

"Kapal yang diawaki anak kami bermuatan batu bara dan ini merupakan pelayarannya yang keempat sementara sebelumnya tidak ada masalah," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pesawat yang mengangkut 10 warga negara Indonesia disandera oleh kelompok perompak Abbu Sayyaf di Filipina sudah mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, pada Minggu malam.

"Pesawat yang membawa 10 sandera ABK tiba pukul 23.30 WIB dengan selamat," kata Retno.

Para ABK langsung dibawa menuju Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Retno menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan serah terima para korban sandera kepada keluarga masing-masing setelah pemeriksaan kesehatan.

Rekomendasi