Kasus pembunuhan istri dan kedua anak yang dilakukan Armadanial (43) diketahui oleh seorang warga yang bermaksud meminta minyak tanah kepada tersangka. Saksi mata terkejut melihat para korban terkapar berlumuran darah.Warga tersebut diketahui bernama Rajab (16) yang disuruh ayahnya menemui tersangka keesokan harinya setelah kejadian. Rajab awalnya curiga melihat ceceran darah di bawah gubuk (pondok kebun) tersangka. Saat masuk ke dalam, Rajab menyaksikan para korban.Kedatangan tamu dalam kondisi tak memungkinkan, tersangka marah-marah. Rajab pun berlari ketakutan dan pulang menemui ayahnya.Setelah menerima kabar yang mengejutkan tersebut, warga dan petugas kepolisian mendatangi lokasi. Namun, perjalanan yang sulit dan jauh membuat evakuasi dan penangkapan terhadap tersangka terhambat."Kejadiannya malam dan baru diketahui seorang warga besoknya sekitar pukul sepuluh pagi. Warga itu tadinya mau minta minyak lampu atau minyak tanah ke tersangka," ungkap Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M Khalid Zulkarnain, Jumat (29/4).Dikatakannya, lokasi kejadian sangat jauh dari permukiman karena berada di perkebunan. Jarak Polsek Semendo dan lokasi sekitar dua jam perjalanan darat, dan harus melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar setengah jam menuju lokasi."Lokasinya berada di perbatasan antara Muara Enim dan Lahat, di perkebunan kopi, memang di pedalaman," pungkasnya.
Pembunuhan anak istri terungkap setelah warga minta minyak tanah
Rajab kaget sewaktu melihat ceceran darah di pondok pelaku.
Advertisement
Rekomendasi