Klinik aborsi di Bekasi sudah 10 tahun beroperasi

"Obat dimasukkan dalam anus, kemudian selang untuk menyedot janin dan senjata tajam untuk membuka kemaluan."

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Klinik aborsi di Bekasi sudah 10 tahun beroperasi
Klinik aborsi di Bekasi. ©2016 Merdeka.com

Polresta Bekasi Kota, menggerebek klinik Bekasi Medical Centre di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Sebab, di klinik disinyalir kerapkali terjadi praktik aborsi.Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Heri Sumarji mengatakan, penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa di klinik milik dokter Jabat telah melakukan aborsi. Tim dari unit Jatanras melakukan pengecekan di klinik tersebut."Kami mengamankan sebanyak 17 orang di klinik, 5 diantaranya sudah menjadi tersangka. Sedangkan dua tersangka lain masih kami buru," kata Heri di lokasi, Kamis (28/4).Menurut dia, dari hasil penyelidikan bahwa di klinik itu dr Jabat dan dr ALD, dibantu oleh asisten perawat berinisial YS alias DYT dan NN, MRT, MRYN sudah melakukan praktik aborsi sejak sejak 10 tahun lalu.Menurut dia, dalam melakukan praktik aborsi dokter Jabat dan kawan-kawan, selalu menggunakan obat-obatan berupa amocsa, neuralgien, metergin, provenitsub untuk menghilangkan rasa sakit dalam tindakan aborsi."Obat itu dimasukkan dalam anus, kemudian selang untuk menyedot janin dan senjata tajam untuk membuka kemaluan," katanya.Ketika dilakukan penggerebekan, pelaku YS alias DYT yang hanya lulusan sekolah perawatan kesehatan, dibantu dengan MRYN. Dalam praktek aborsi terhadap para korbannya dilakukan kurang lebih 10-15 menit."Janin hasil aborsi oleh saudari MRYN di lubang kamar mandi," katanya.Dari kasus itu, kata dia, polisi menyita Medical Record, buku pendaftaran, alat kedokteran, bekas darah pada tisu, alat suntik, obat-obatan kadaluarsa, dan CCTV."Kami juga menemukan tulang dari septik tank yang diduga merupakan tulang manusia," ujar Heri.

Rekomendasi