Bocah 4 tahun di Kalimantan Barat diserang dan digigit anjing gila

Alhasil, Rizki mendapatkan tiga kali suntikan vaksin antirabies.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Bocah 4 tahun di Kalimantan Barat diserang dan digigit anjing gila
ilustrasi anjing gila. ©Reuters/Ivan Alvarado

Trauma mendalam dialami Rizki, bocah 4 tahun yang tinggal di desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Dia menjadi korban gigitan anjing gila. Rizki pun mengalami luka parah di bagian mulutnya. Beruntung, kondisinya terus membaik.Peristiwa itu terjadi belum lama ini. Saat itu Rizki tengah asyik bermain di halaman sekitar rumahnya saat orangtuanya menambang batu. Belakangan, dia menangis menahan sakit dengan kondisi mulut berdarah-darah. Alhasil, Rizki mendapatkan tiga kali suntikan vaksin antirabies."Dia datang dengan teriak-teriak menahan sakit. Bapaknya melihat Rizki sudah dengan mulut berdarah-darah. Anjingnya lantas dikejar, tapi lari. Jadi, Rizki sempat kita bawa ke rumah sakit," kata ibu kandung Rizki, Ayang, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (27/4).Di lingkungan tempat tinggal Rizki, anjing liar terlihat masih berkeliaran, tidak dikandangkan pemiliknya. Warga desa setempat khawatir penularan rabies dari gigitan anjing gila. Namun, masih ada saja warga senang memelihara anjing sebagai hewan kesayangan."Takut sih tapi sudah hobi (memelihara anjing). Anjing saya belum divaksin, karena baru dikasih teman," kata warga desa Batu Buil lainnya, Yanti.Data dilansir Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan kabupaten Melawi, sejak terjadi serangan gigitan anjing terhadap warga di Kecamatan Belimbing, kabupaten Melawi, tercatat 882 ekor anjing sudah divaksin antirabies. Sementara anjing yang belum diberikan vaksin serupa sebanyak 776 ekor.

Rekomendasi