Kenang era kejayaan film layar tancap, Saur Sepuh diputar di 18 desa

Film Saur Sepuh pernah berjaya di eranya. Untuk bernostalgia, film SS akan diputar di Banyumas.

Chandra Iswinarno
Oleh Chandra Iswinarno - Reporter
Kenang era kejayaan film layar tancap, Saur Sepuh diputar di 18 desa
Saur Sepuh. ©berbagai sumber

Di usianya yang sudah memasuki usia 10 tahun, penyelenggaraan Festival Film Purbalingga (FFP) akan memutar film Indonesia karya Imam Tantowi, Saur Sepuh IV.Pemutaran film yang pernah menjadi box office di Indonesia di tahun 1990-an tersebut akan dilakukan di 18 desa yang tersebar di empat kabupaten eks Karesidenan Banyumas.Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, Bowo Leksono mengemukakan, pemutaran Saur Sepuh IV mendapat antusiasme tersendiri dari sang pengkarya dan juga menjadi pemantik kenangan dalam kejayaan layar tancap yang pernah popular di tahun 1980-an hingga 1990-an."Untuk pemutaran film Saur Sepuh dalam program Layar Tanjleb, kami putar dengan menggunakan proyektor 16 milimeter seperti yang dilakukan saat pemutaran layar tancep pada masa jayanya," kata Bowo, Rabu (27/4).Diakuinya, menghadirkan film seluloid 16 milimeter tersebut sempat mengalami kesulitan, namun hal itu bisa didapatkan dengan menghubungi salah satu kolektor film yang memilikinya."Kami berharap, ini akan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak yang tidak mengalami masa jaya layar tancap dan bagi orang tua, ini bisa menjadi ajang klangenan saat layar tancap menjadi hiburan bagi masyarakat di pelosok yang tidak terjangkau bioskop," ucapnya.Dia melanjutkan, penyelenggaraan FFP yang ke-10 menjadi ruang yang berarti untuk menstimulan dunia film pendek yang selama ini masih belum dianggap dalam industri film Indonesia."FFP sendiri pada akhir tahun lalu mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Anugerah Film Indonesia (AFI), karena dianggap konsisten menggelar festival film pendek," ucapnya.Bowo berharap, perhatian pemerintah pusat dapat menggugah pemerintah daerah yang selama ini kerap abai dengan kreativitas anak muda dalam film pendek di Purbalingga dan Banyumas Raya pada umumnya.Sementara itu, manajer FFP 2016, Nanki Nirmanto menambahkan ada sekitar 32 film karya pelajar yang akan dikompetisikan, terdiri dari 18 film fiksi, 11 film dokumenter dan tiga karya pelajar SMP. Jumlah tersebut, jelasnya, cukup menggembirakan mengingat keragaman tema yang diangkat pelajar dalam film pendeknya."Tema film yang diangkat saat ini cukup variatif karena ada karya yang mengangkat sejarah masa lalu, dan terkait dengan politik kekuasaan," ucapnya.

Rekomendasi