Sekian lama idap kelainan kulit, Wayan baru dikunjungi Pemprov Bali

Namun, dokter yang dibawa pihak Pemprov hanya memberikan salep kulit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sekian lama idap kelainan kulit, Wayan baru dikunjungi Pemprov Bali
remaja pengidap penyakit kulit. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Begitu diberitakan, Pemprov Bali langsung mengutus stafnya untuk mendatangkan ahli kulit untuk mengunjungi I Wayan Abdi Arya Nugraha, yang mengalami penyakit aneh.Sebab, selama ini remaja 18 tahun itu tak pernah tersentuh oleh pemerintah setempat. Pada kesempatan ini, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meminta dokter spesialis kulit dan kelamin RS Mata Bali Mandara melakukan pemeriksaan terhadap Wayan.Menurut ayah Wayan, I Ketut Susana, kelainan kulit pada putranya muncul tiga hari setelah dilahirkan. Kala itu, tiba-tiba muncul bintik merah yang makin membesar lalu pecah dan menimbulkan luka. Bintik merah itu bertambah banyak hingga menyebar ke seluruh tubuh sehingga kulitnya mengelupas. Sempat mendapat perawatan intensif di RSUP Sanglah, Wayan didiagnosa menderita epidermolysis bullosa atau kelainan pada kulit ari. Selama 18 tahun, Wayan hidup dengan penyakit yang membuat kulitnya sangat rentan terhadap gesekan atau garukan. "Sedikit gesekan akan membuat kulitnya luka," kata Susana, di Bongkasa Badung Bali, Rabu (6/4).‎Dr Made Birawan menyarankan agar pihak keluarga melanjutkan perawatan intensif untuk mencegah meluasnya infeksi. Dia menjelaskan, epidermolysis bullosa adalah penyakit langka yang jumlah kasusnya tak mencapai 1 persen. "Penyakit ini disebabkan kelainan genetik, membuat tak kuatnya ikatan lapisan kulit sehingga rentan trauma," jelas Birawan.Untuk perawatan intensif, dia malah menganjurkan pihak keluarga memanfaatkan program JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Untuk tahap awal, katanya, RS Mata Bali Mandara menyerahkan bantuan berupa salep kulit. Untuk meringankan beban keluarga, Wagub Sudikerta juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.

Rekomendasi