Mega proyek reklamasi teluk Jakarta menuai polemik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus praktik suap dalam pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan Raperda Tata Ruang Strategis Jakarta Utara.
Salah satu pengembang proyek tersebut, PT Agung Podomoro Land ketahuan menyuap anggota DPRD DKI Jakarta, M Sanusi.Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memutuskan tetap melanjutkan proyek pulau reklamasi G di teluk Jakarta. Ahok mengatakan reklamasi sudah ada di Keppres tahun 1995. Berikut liputan tim video merdeka.com:


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377202/original/057909200_1792411519-IMG_0380.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377212/original/008423800_1792412710-karhutla-di-mentigen-kawasan-gunung-bromo-menewaskan-tiga-9q-erzk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377214/original/025509700_1792412924-IMG_20261019_110358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377188/original/009728100_1792411263-Screenshot_2015-10-19_185906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331244/original/062823900_1787529233-CFD_di_Palembang_dikepung_asap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377181/original/046008900_1792410731-1001384788.jpg)