Isu reshuffle kabinet jilid II kembali berhembus kencang belakangan ini. Presiden Joko Widodo disebut-sebut akan melakukannya dalam waktu dekat. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi santer diisukan bakal keluar dari kabinet kerja Jokowi-JK.
Dia tidak mempersoalkan apapun isu yang beredar tentang reshuffle kabinet. "Ya tidak apa-apa ada reshuffle. Jadi kalau mau tanya reshuffle tanya langsung ke presiden," kata Yuddy, Senin (4/4).
Dia mengaku tidak mengetahui kejelasan reshuffle. Sebab, tidak satupun menteri yang mengetahui rencana presiden merombak kabinetnya. "Bapak Presiden sudah menyampaikan sendiri bahwa itu kan sepenuhnya yang tahu hanya beliau, pak Wapres dan Allah SWT. Jadi tidak ada satu menteri pun yang tahu tentang isu reshuffle. Peramal saja tidak tahu," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan bongkar pasang kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam prosesnya, Presiden dapat menerima masukan dari siapapun. Pekan lalu secara diam-diam Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. Setelah itu, giliran Ketua Umum Partai NasDem yang diam-diam melakukan pertemuan dengan Jokowi di Istana. Lalu dilanjutkan Romahurmuziy dari PPP menemui Jokowi.
"Reshuffle itu kewenangan sepenuhnya presiden. Presiden bisa meminta masukan pada siapapun tetapi kewenangan melakukan reshuffle sepenuhnya ada pada Presiden dan timing yang tepat kapan waktunya itu Presiden yang tahu," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/4).
Pramono menyatakan masukan dari siapapun itu, termasuk dari Ketua Umum Partai Politik yang tergabung dalam partai-partai pendukung pemerintahan. "Intinya Presiden ingin mendengarkan dari berbagai masukan tetapi kapan waktunya dan siapa itu kewenangan sepenuhnya presiden," ujarnya.
Pramono tak membantah bahwa nama-nama yang santer akan menjadi menteri di Kabinet Kerja turut menjadi bahan pertimbangan oleh Presiden dalam menentukan komposisi menteri di Kabinet Kerja. "Presiden inikan beliau setiap waktu dan saat apa yang terjadi di publik beliau tahu," katanya.