Jokowi tunggu audit BPK dan kajian hukum Jaksa Agung soal Hambalang

"Proyek Hambalang ini aset negara perlu diselamatkan. Tetapi memang harus hati-hati," kata Jokowi.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Jokowi tunggu audit BPK dan kajian hukum Jaksa Agung soal Hambalang
Jokowi ke Hambalang. ©Setpres RI/Rusman

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas membahas kelanjutan nasib mega proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat di Kantor Presiden, Jakarta, petang ini. Dalam pembukaan rapat terbatas, Jokowi meminta terlebih dahulu penjelasan audit yang telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum memutuskan apakah melanjutkan atau tidak mega proyek yang kini mangkrak itu. "Ketua BPK dan BPKB tentu saja nanti bisa menyampaikan mengenai hasil audit yang lalu seperti apa. Sehingga apabila nanti memungkinkan kita teruskan itu juga dari sisi hukumnya, nanti Pak Jaksa Agung juga bisa menyampaikan, dari Polri, sehingga apabila nanti diputuskan untuk kita teruskan aspek-aspek teknis dari sisi audit dan juga hukum betul-betul sudah pada posisi yang memang bisa diteruskan.," kata Jokowi. Jokowi menjelaskan saat melakukan kunjungan ke Hambalang beberapa waktu lalu merupakan upaya dari pemerintah untuk menyelamatkan aset negara. Maka dari itu, dia telah memerintahkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk meneliti struktur tanah yang dikabarkan labil itu. "Proyek Hambalang ini aset negara perlu diselamatkan. Tetapi memang harus hati-hati, karena khususnya secara teknis mengenai stabilitas tanah ini perlu harus dicek ulang," ujarnya. Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah mengunjungi mega proyek Hambalang pada Jumat (18/3) lalu. Saat itu, Jokowi geleng-geleng kepala melihat kondisi proyek yang memprihatinkan akibat mangkrak karena KPK menemukan korupsi yang menjerat elite Partai Demokrat dalam proyek yang bernilai Rp 2,5 Triliun itu.

Rekomendasi