Relokasi warga korban longsor Banjarnegara tunggu rekomendasi BPPTKG

Tercatat, hampir 164 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh RT 03/1 ke SDN 2 Clapar, kecamatan Madukara, akibat musibah tersebut.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Relokasi warga korban longsor Banjarnegara tunggu rekomendasi BPPTKG
Longsor Banjarnegara. ©2016 Merdeka.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menunggu rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi-BPPTKG Yogyakarta, untuk merelokasi penduduk dari pemukiman yang terimbas bencana longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tercatat, hampir 164 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh RT 03/1 ke SDN 2 Clapar, kecamatan Madukara, akibat musibah tersebut."Kita masih menunggu rekomendasi dari pak Bandrio (Kepala BPPTKG Yogyakarta-red) selama 14 hari ke depan, terkait relokasi 230 jiwa yang terkena bencana longsor di wilayah setempat," ujar Kepala BPBD Provinsi Jateng, Sarwa Permana di gedung Berlian Lantai IV DPRD Provinsi Jateng Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/3).Sarwa menjelaskan, dari hasil pemutakhiran data per 27 Maret kemarin, pihaknya mencatat sebanyak 5 kali longsoran tanah. Akibatnya, kerusakan berat rumah warga bertambah menjadi 5 unit. "Penduduk yang bermukim di wilayah setempat harus segera direlokasi ke lokasi yang aman, termasuk menggeser posko darurat ke lokasi lain. Apalagi kondisi kultur tanah masih terus bergerak setiap 2 jam sekali," jelasnya.Sarwa mengungkapkan, mereka hanya membawa barang-barang berharga saja. Tidak mungkin membawa pintu atau barang yang berat. "Paling barang berharga berupa sertifikat," ungkapnya.Bahkan, menurut Sarwa pembangunan dua jembatan darurat untuk akses warga setempat terus bergeser. Saat ini, jembatan pun tidak dapat dilalui. "Kondisi yang ekstra hati-hati selama 14 hari pertama ke depan agar dikeluarkan rekomendasi relokasi dari Badan Vulkanologi," ungkapnya.Sarwa memperkirakan, jumlah anggaran relokasi menyedot sebesar Rp 35 juta. Dana tersebut terdiri dari BNPB sebesar Rp 20 juta dan anggaran tak terduga dari provinsi Jateng Rp 15 juta."Sisanya masalah perbaikan infrastruktur ditanggung dari kabupaten setempat," tuturnya.Sarwa menambahkan, rencana rekolasi warga penduduk tidak asal-asalan. Sebab, terdapar 18 kecamatan di wilayah Banjarnegara yang semuanya rawan longsor. "Jaringan listrik pun ini sudah diputus," pungkasnya.

Rekomendasi