Papua yang berada di timur Indonesia ini memang alamnya indah. Bagi para perantau, tempat itu menjadi salah satu tujuan.Tak terkecuali bagi masyarakat Sunda. Mereka hidup selama berpuluh-puluh tahun, hingga memiliki keturunan dan menjadi warga setempat.Saat ini ada sekitar 2.500 warga asal Jawa Barat. Mereka menetap serta pencari uang di bumi Cendrawasih. Mereka tergabung dalam komunitas berjuluk "Sunda Ngumbara" (orang Sunda Perantau).Dari sekian banyak warga Sunda di Papua, beberapa dari mereka kini telah sukses menjalani profesinya. Mulai dari menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), berwirausaha, maupun melanjutkan kehidupan di kampung halamannya sebagai petani.Mereka tersebar di sejumlah daerah, dengan populasi tertinggi berada di empat Kota/Kabupaten, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Kerom, dan Kabupaten Sarmi."Asal saya dari daerah Buah Batu, Bandung. Saya sudah 19 tahun tinggal di sini. Saya kini sudah punya tiga anak yang lahir dan besar di Papua," kata salah seorang warga Sunda di Papua, Dida (41), kepada merdeka.com di Jayapura, Minggu (27/3).Menurut Dida, pada awal kedatangannya ke Jayapura lantaran ikut dengan suaminya, Jeki. Dida mengatakan, pertama kali menetap di sana memang sempat merasa tidak kerasan, karena jauh dari orangtua, kerabat, dan sahabat."Awal tinggal di sini saya nangis terus. Bayangin, hanya beberapa hari setelah menikah, saya langsung dibawa menemani suami bekerja dan tinggal di sini," kata perempuan kini tinggal di Jalan Ardipura, Polimak, Jayapura itu.
Orang Sunda di Papua ©2016 Merdeka.comSeiring waktu, Dida merasa Papua adalah tempat yang sangat menyenangkan. Bahkan dia tak pernah berpikir pulang ke Bandung. Kondisi itu tidak terlepas dari sambutan dan kehangatan warga asli Papua, yang dianggap memiliki nilai lebih dalam bermasyarakat."Di sini kami pendatang dengan warga asli hidup rukun berdampingan. Mereka sangat baik, kekeluargaan. Bahkan dalam beragama kita sangat rukun dan saling menghargai. Contohnya, jika kita Lebaran Idul Fitri, mereka datang ke rumah mengucapkannya. Begitu pun saat Natal, kami datang ke rumahnya dan merayakan pesta natal," tambah Dida.Dida mengaku semakin betah dan kerasan tinggal di Jayapura, setelah dia juga bisa bertemu dengan sesama orang Sunda di sana. Dida aktif dalam komunitas itu sejak dua tahun terakhir."Tapi yang saya pikirkan sekarang adalah anak saya. Mereka tidak bisa bahasa Sunda. Tapi saya tetap berusaha untuk mengajarkannya, agar mereka tetap tahu bahasa ibu sebagai bahasa asli daerah mereka," ucap Dida.Adapun sebagian besar warga Sunda yang tinggal di Papua bekerja sebagai pedagang. Mulai dari barang kelontong, keperluan rumah tangga, hingga makanan."Saya jual gorden. awalnya saya menjualnya keliling dari kampung ke kampung, saya sekarang sudah punya toko. Saya punya banyak karyawan," ujar Komar (49), seorang warga Kabupaten Garut yang merantau di Papua.Komar mengaku, dia datang ke Papua pada 1989. Sejak itu, dia kini mantap menetap dan menjadi warga setempat."Kalau sudah di sini betah. Banyak teman yang saya bawa, akhirnya menikah juga sama warga asli Papua," ujar Komar.Lain lagi dengan Dani (27). Dia datang ke Papua buat mengabdikan diri. Lelaki asal Bandung itu memilih menjadi tenaga pengajar sukarela bagi anak-anak Papua dan warga. Setiap pekan dia pulang pergi ke sejumlah daerah pedalaman di provinsi itu."Ini saya lakukan karena panggilan hati. saya sudah dua tahun di Papua. Saya mengajarkan baca tulis, hingga program kewirausahaan. Tujuannya agar mereka berani bersaing dengan pendatang," kata Dani.Usaha Dani bukan tanpa rintangan. Sebab buat datang ke sebuah wilayah memerlukan biaya sangat besar. "Kendalanya adalah di bidang transportasi. 90 persen harus ditempuh melalui perjalanan udara," imbuh Dani.Sementara, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Marco, memuji keberadaan masyarakat Sunda di Papua, khususnya di Jayapura. Sebab menurut dia, masyarakat Sunda di Papua dinilai sebagai warga memiliki perilaku sangat baik."Keberadaan orang Sunda di tanah Papua mereka dikenal sebagai orang yang tidak pernah berbuat onar," kata Benhur.Marco meminta kondisi itu tetap dipertahankan, karena antara warga Sunda dan Papua terjalin hubungan yang solid. Di mana orang Sunda mampu beradaptasi secara baik."Saya juga mengucapkan terima kasih kepada orang Sunda di Papua, yang mendukung dan menyukseskan program pembangunan kota Jayapura selama ini. Mereka sangat baik dan mereka tidak pernah membuat masalah di sini," ucap lelaki akrab disapa BTM itu.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377188/original/009728100_1792411263-Screenshot_2015-10-19_185906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331244/original/062823900_1787529233-CFD_di_Palembang_dikepung_asap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377181/original/046008900_1792410731-1001384788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377154/original/032616600_1792407138-243237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373849/original/019671800_1791990193-131602.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377152/original/012707900_1792407094-IMG_9896.jpg)