Ahok sebut 10.000 warga di Waduk Pluit terancam mati tenggelam

Ahok melakukan blusukan bareng Menlu Belanda di Waduk Pluit.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Ahok sebut 10.000 warga di Waduk Pluit terancam mati tenggelam
ahok blusukan di pluit. ©2016 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengajak Menteri Luar Negeri Belanda, Bert Koenders, untuk meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ini dilakukan sebagai kerja sama guna mencegah puluhan ribu warga sekitar situ tewas tenggelam."Kalau sampai roboh, mati ini ribuan orang yang di sini. Bisa 10.000 orang meninggal," kata Ahok di pinggiran rumah pompa Waduk Pluit, Kamis (24/3) sore.Menurut Ahok, ketinggian tanggul di Waduk Pluit kini mencapai 2,8 meter dengan ketebalan hingga satu meter untuk menahan air laut masuk ke permukiman. Padahal kini ketinggian permukiman telah berada di bawah laut."Permukiman yang ketinggian tanahnya sudah lebih rendah dari permukaan laut, roboh lah itu jadi enggak kuat lagi menahan beban air laut yang meninggi saat pasang terjadi," ungkapnya.Dalam blusukannya, Ahok dan Koenders pun bertegur sapa dengan para warga Waduk Pluit yang direncanakan pada 2019 akan digusur. Ahok mematikan bakal bekerja sama dengan Belanda."Kita mau enggak mau memang kerja sama dengan Belanda, dari pada tenggelam," tegas Ahok.Diketahui, Jakarta telah menjalankan program "sister city" dengan Belada sejak beberapa tahun belakangan, terutama untuk penanganan banjir bagi Jakarta.

Rekomendasi