Isu tumbal 41 nyawa, warga Berau khawatir keluar rumah malam hari

Warga tidak merasa ada perselisihan di antara mereka, hingga harus menggunakan ilmu hitam.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Isu tumbal 41 nyawa, warga Berau khawatir keluar rumah malam hari
santet. ©shutterstock.com

Warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur, Berau, Kalimantan Timur, dibuat resah dengan merebaknya isu ilmu hitam meminta tumbal nyawa 41 warga. Hampir setiap malam, warga memilih tidak keluar rumah.Belum diketahui jelas asal mula merebaknya isu itu. Namun disinyalir, itu dikaitkan dengan meninggalnya sepuluh warga kampung dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir. Dua di antaranya meninggal usai kesurupan, setelah sebelumnya tidak bisa siuman."Gara-gara isu ini, kampung jadi sepi kalau malam. Biasanya ramai setiap malam," ujar Kepala Kampung Merancang Ulu, Andi Marpai, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Senin (21/3).Pola kehidupan di tengah masyarakat pun, menurut Andi, berjalan seperti biasa. Nyaris tidak pernah terdengar adanya perselisihan antarwarga, yang berpotensi menjadi pemicu konflik antarwarga, hingga menggunakan ilmu hitam sebagai sarana balas dendam."Itu di luar kemampuan kami ya. Tapi sejauh ini dari pengamatan kami, tidak ada (perselisihan antarwarga). Semua berjalan biasa-biasa saja. Tapi memang, kampung kami terkena musibah seperti ini, banyak yang bertanya-tanya. Ya, dengan adanya isu-isu tumbal itu, kami ketakutan. Jujur saja, Pak," ujar Andi.Meredam kekhawatiran warga, tidak kurang 80 warga Merancang Ulu, Senin (21/3) siang mengikuti proses rukyah, juga dihadiri Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo. Rukyah dilakukan masih berkaitan dengan isu tumbal beredar di tengah masyarakat."Iya Pak, terkait yang ramai di sini. Rukyah supaya untuk meredam ketakutan warga kampung," ucap Andi.Secara medis, Dinas Kesehatan menilai meninggalnya warga kampung tidak bisa dianalisa dari sisi ilmu kedokteran. Polsek Gunung Tabur juga bertindak cepat dan turun tangan menenangkan warga Merancang Ulu."Saya kembali sampaikan bahwa tidak ada perselisihan warga yang mencolok, di tengah masyarakat kampung saya, Pak," tutup Andi.

Rekomendasi