Meninggalnya 10 orang di Berau tidak bisa dianalisa secara medis

Kepala Dinas Kesehatan Berau sampai angkat tangan terkait penyebab kematian 10 warga.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Meninggalnya 10 orang di Berau tidak bisa dianalisa secara medis
mayat. shutterstock

Meninggalnya 10 orang warga kampung Merancang Ulu, kecamatan Gunung Tabur, kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam 47 hari terakhir, dinilai sulit dianalisa secara medis. Meski demikian, tim kesehatan akan terus dilibatkan untuk menangani persoalan itu."Dari sisi kesehatan, kita tidak dapat simpulkan karena itu kesurupan. Jadi, tidak bisa dianalisa secara kedokteran, secara ilmu kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto, ketika dikonfirmasi, Minggu (20/3) sore.Lantaran sulit ditangani secara medis kedokteran, Totoh tidak ingin berandai-andai, mengingat ada pihak lainnya yang memungkinkan bisa menangani persoalan itu."Ada bidang-bidang lain yang lebih berkompeten," ujarnya tanpa merinci lebih jauh bidang-bidang yang dia sebutkan.Saat ini, lanjut Totoh, tim kesehatan pemkab Berau, turun tangan mengumpulkan informasi di tengah masyarakat. Namun lagi-lagi, Totoh menyebut bahwa penanganan persoalan itu, sulit ditangani secara medis kedokteran."Ya benar (10 orang meninggal). Saat ini sudah dilibatkan tim kesehatan di tingkat puskesmas. Tidak ketemu (penanganannya) kalau bicara dari sisi medis," pungkasnya.Diketahui, 10 orang warga Merancang Ulu meninggal, setelah dikabarkan usai kesurupan. Kepala Kampung Merancang Ulu Andi Marpai, membantah korban meninggal akibat kesurupan, hanya 2 orang. Sementara 8 warga lainnya, disebabkan sakit. Sepuluh warganya yang meninggal itu, dalam kurun waktu 47 hari terakhir.Sementara kepolisian, sebagaimana disampaikan Kapolres Berau AKBP Anggie Yulianto Putro, menegaskan, kepolisian tengah melakukan pengusutan untuk memastikan penyebab 10 orang warga yang meninggal itu, disebabkan kesurupan.

Rekomendasi