Kadispenal Laksamana Pertama M Zainudin mengklaim bahwa peralatan terapi Oksigen Hiperbarik (OHB) yang terdapat di Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat mendapat perawatan rutin. Dirinya juga mengakui alat tersebut berasal dari luar negeri."RSAL Mintohardjo juga terdapat ruang chamber dari Perancis dan Spanyol yang bisa menampung 18 sampai 22 orang banyaknya.Kalau ruang yang terbakar itu hanya menampung empat orang, kami juga punya ruang chamber terbaru dari Spanyol. Daya tampungnya lebih banyak," ucapnya ketika dihubungi, Selasa (15/3).Ia juga menceritakan pada kejadian tersebut, dokter maupun petugas di lokasi kesulitan untuk mengevakuasi korban. "Di lubang chamber sebenarnya ada kaca dan kelihatan aktivitas di dalamnya. Tapi tekanan oksigen murni membuat api cepat menyebar," bebernya.Diketahui sebelumnya, Senin 14 Maret 2016 kebakaran disertai ledakan terjadi di ruangan tabung Chamber Pulau Miangas, Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RS TNI AL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.Dalam peristiwa tersebut, empat orang tewas, yakni, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol (Purn) R Abubakar Nataprawira dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo, Edi Suwardi Suryadiningrat dan Dimas Qadar Radityo yang keduanya belakangan diketahui merupakan besan dan adik dari menantu Irjen Pol (Purn) R Abubakar Nataprawira.
TNI AL klaim alat terapi di RSAL Mintoharjo dirawat secara rutin
TNI AL sebut alat tersebut berasal dari luar negeri.
Rekomendasi