Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menjelaskan tes urine yang dilakukan penyidik terhadap Ivan Haz bukan untuk mencari-cari kesalahan. Penyidik ingin mengetahui apakah saat Ivan melakukan penganiayaan kepada Toipah, pembantu rumah tangganya (PRT) dibawah pengaruh zat narkotika atau tidak.
"Tujuan kita terhadap pemeriksaan itu bukan mencari kesalahan, tapi salah satu tujuan kita cari motif. Kalau memang terjadi pemukulan itu karena kenapa? Apa karena masalah pribadi atau karena pengaruh narkotik?," ujar Kapolda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/3).
Kapolda menambahkan, zat narkotika jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak maka akan membuat seseorang menjadi lebih emosional. "Kita lagi pengen tahu, bukan melihat perkaranya saja, tetapi melihat motifnya, karena dengan motif ini akan penting meyakinkan hakim, dan untuk hakim memutuskan hasilnya kalau karena narkotik," ungkapnya.
Jika terbukti negatif, lanjut Kapolda, dengan kata lain anak mantan Wapres Hamzah Haz ini melakukan pemukulan secara spontanitas dan kemungkinan besar dijatuhkan hukumannya ringan.
"Tapi kalu sudah narkotik, kemudian misalnya melakukan berulang - ulang bahkan bertahun - tahun melakukan pemukulan, berarti nanti dikenakan hukuman berat," tutupnya.
Diketahui, pemeriksaan rambut dianggap lebih efektif sebab bisa mendeteksi penggunaan narkoba dalam tubuh meski sudah mengkonsumsi dalam jangka waktu yang lama.