Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado berjalan alot. Hujan interupsi mewarnai pleno yang dipimpin Ketua KPU Manado, Yusuf Wowor, Rabu (24/2) sekitar pukul 17.30 WITA. Beberapa temuan dugaan pelanggaran Panwaslu Manado saat Pilkada berlangsung pada (17/2), menjadi penyebab ramainya aksi interupsi."Saudara-saudara, mohon kita bacakan dulu rekapitulasi suara PPK, kalau ada keberatan nanti setelah ini (dibahas)," ujar Yusuf Wowor dalam pleno yang digelar di Novotel Manado ini.Pernyataan Wowor tidak meredakan hujan interupsi. Saksi masing-masing pasangan calon nomor urut 1 dan 4 tetap bersikukuh temuan Panwaslu tersebut dibahas terlebih dahulu."Ini masuk dalam proses sidang. Sebaiknya dibahas dulu baru rekap dibacakan," ujar saksi pasangan calon Hanny Jost Pajouw (HJP)-Tonny Rawung (ToRa) dengan nada tinggi.Senada, saksi pasangan calon Harley Mangindaan (Ai)-Jemmy Asiku (JM) pun terus melontarkan interupsi terkait dugaan pelanggaran yang terjadi saat Pilkada pada Rabu 17 Februari lalu.Menariknya, tak hanya temuan-temuan dugaan pelanggaran yang menjadi bahasan alot. Pemungutan suara ulang (PSU) mengemuka saat Panwas Kota Manado membacakan dugaan pelanggaran yang dilaporkan Panwascam Singkil. Sebanyak 16 pemilih tanpa identitas ditemukan di wilayah pemilihan tersebut.Pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Manado sendiri direncanakan berlangsung selama 3 hari sampai hasil final dibacakan.
Pleno rekapitulasi suara Pilkada Manado diwarnai hujan interupsi
Beberapa temuan dugaan pelanggaran Panwaslu Manado saat Pilkada menjadi penyebab ramainya aksi interupsi.
Rekomendasi