Sidang perdana Salim Kancil, aktivis desak KPK ikut tinjau kasus

Mereka juga membentangkan poster bertuliskan 'Di Tanah Kami Nyawa Tak Semahal Tambang, Salim Kancil Dibunuh'.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Sidang perdana Salim Kancil, aktivis desak KPK ikut tinjau kasus
Aksi damai di sidang Salim Kancil. ©2016 merdeka.com/moch andriansyah

Kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan, warga Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (18/2). Sidang perdana digelar dengan agenda pembacaan dakwaan ini, diwarnai aksi demo di depan gedung. Sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi damai dan teatrikal. Mereka juga membentangkan poster bertuliskan 'Di Tanah Kami Nyawa Tak Semahal Tambang, Salim Kancil Dibunuh'.Dalam aksi itu, para demonstran lingkungan menuntut pengadilan menghukum pelaku dengan hukuman yang setimpal. Mereka juga mendorong Komnas HAM dan KPK ikut meninjau adanya dugaan praktik korupsi dalam kasus ini. Tak hanya itu demonstran meminta polisi segera menangkap 13 tersangka yang masih dibiarkan bebas. Selain mengajukan tuntutan, para demonstran juga menggelar aksi teatrikal diiringi Lagu Indonesia Raya. Seorang aktivis berperan sebagai warga Selok Awar-Awar tengah mandi dan bergulung-gulung di atas pasir, yang ditaruh di atas terpal. Seorang aktivis satu lagi, berperan sebagai Dewi Keadilan, yang membawa neraca dan pedang. "Kami ke sini hanya untuk memantau persidangan, dan menyerukan aksi kejahatan terhadap aktivis Salim Kancil bukan kasus kriminal biasa. Tapi rangkaian panjang mafia pertambangan," terang Kuasa Hukum Walhi, Johan Avie yang ikut menggelar aksi. Para demonstran juga mengkritisi aparat hukum. Mereka menganggap penyidik terlalu menyederhanakan kasus Salim dan Tosan. Sebab, dari kasus ini, polisi bisa menyeret semua mafia pertambangan di Lumajang. Dari 36 pelaku yang tertangkap dan saat ini disidangkan, sebenarnya masih ada 13 pelaku lain yang masih bebas dan belum ditangkap. Ke-13 orang yang dibiarkan bebas di Desa Selok Awar Awar ini, juga ditengarai ikut serta dalam pembantaian Salim Kancil dan penganiayaan Tosan."Kami sudah menyerahkan nama-nama mereka ke polisi, tapi belum juga ditangkap hingga hari ini," tandasnya.

Rekomendasi