Sopir Metro Mini ngaku ngarang cerita soal tewasnya pegawai Telkom

Menurut Hendar, saat kejadian ada empat penumpang lain di dalam Metro Mini. Penumpang itu semuanya laki-laki.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Sopir Metro Mini ngaku ngarang cerita soal tewasnya pegawai Telkom
Sopir dan kernet Metro Mini 640 saat dihadirkan di Polda Metro. ©2016 Merdeka.com

Bagus Budiwibowo (41), karyawan PT Telkom yang tewas setelah didorong perampok dari Metro Mini 640 Pasar Minggu-Tanah Abang ternyata rekaan belaka. Kabar bahwa Budi tewas setelah didorong perampok ternyata dikarang oleh si sopir Metro Mini, M Sasih dan kernetnya, Hendar.Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang digelar oleh Polda Metro Jaya yang dipimpin Dirkrimum Kombes Krishna Murti. Sopir dan kernet yang dihadirkan itu mengaku bila cerita perampokan yang menimpa Bagus hanya rekaan mereka berdua."Kita ngomong kompakan saja. Kita ngarang ke teman-teman korban di rumah sakit kalau dia didorong perampok. Kompakan saja perampokan, dan didorong," ujar M Sasih kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (14/2) malam.Menurut Sasih, korban Bagus tiba-tiba saja terjatuh dari pintu depan Metro Mini yang dia kemudikan. Karena takut diamuk massa, Sasih lalu mengarang cerita bahwa korban dirampok dan didorong oleh para pelaku."Saya sama kenek janjian, kompakan kalau ditanya polisi perampokan dan didorong," ujar Sasih.Sementara itu, Hendar sang kernet mengaku melihat Bagus jatuh dari Metro Mini dari kaca spion. Namun dia juga tidak tahu persis penyebab Bagus jatuh."Dia jatuh saja. Saya lihat di spion dia jatuh, kami berdua ngarang saja. Saya ngikut saja (karangan si Sopir)," ujarnya.Menurut Hendar, saat kejadian ada empat penumpang lain di dalam Metro Mini. Penumpang itu semuanya laki-laki."Penumpang ada 4 orang, laki semua. Saat kejadian turun tapi tidak ada satupun yang menolong," ujar Hendar.Begitu tahu ada penumpang yang jatuh, dia langsung membawanya ke RS Budi Kemuliaan namun kemudian dibawa ke RSCM.

Rekomendasi