Investor asing dan perkembangan industri film di Indonesia

"Dengan masuknya investor dari luar, semakin banyak film yang diproduksi," ujar Joko Anwar.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Investor asing dan perkembangan industri film di Indonesia
Joko Anwar. ©kapanlagi.com/budy santoso

Minimnya jumlah bioskop yang ada di Indonesia kerap dianggap sebagai salah satu faktor penghambat berkembangnya industri film di Tanah Air. Terpusatnya bioskop di kota-kota besar juga semakin memperparah kondisi itu.

Salah satunya seperti yang diutarakan sutradara, penulis cerita, dan aktor Joko Anwar. Menurut sutradara yang karyanya kerap masuk nominasi festival film internasional tersebut, jumlah bioskop saat ini masih sangat sedikit.

"Bioskop selama ini masih sedikit. Saat ini kita punya 1.200 bioskop untuk 250 juta rakyat. Bandingkan dengan Korea Selatan, banyaknya mencapai 2.500 bioskop hanya untuk 50 juta warga. Jadi idealnya kita punya 10 ribu bioskop bukan 1.200," papar Joko Anwar saat berbincang dengan merdeka.com di kantornya, di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Karena itu, saat pemerintah, melalui pemangku kepentingan, mulai dari Kemenko Perekonomian Kementerian Keuangan, Menkominfo, Badan Ekonomi Kreatif memberi izin bagi pelaku industri asing masuk ke Indonesia, termasuk investor yang ingin membangun bioskop di Tanah Air, Joko Anwar menyambut antusias hal tersebut. Masuknya investor asing dapat menyuburkan geliat produksi film.

"Dengan masuknya investor dari luar, semakin banyak film yang diproduksi," ujarnya.

Pria yang baru saja menyelesaikan promosi film terbarunya, 'A Copy of My Mind' menjelaskan, industri film saling terkait satu sama lain. Mulai dari pra produksi film, pasca, hingga penayangannya di bioskop.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, di dalam industri film terdapat empat pelaku, di antaranya jasa, yang terdiri dari sutradara, pemain, hingga kru film. Berikutnya rumah produksi, ketiga distribusi, dan yang terakhir bioskop.

Joko Anwar menyarankan kepada investor asing, khususnya yang ingin berinvestasi membangun bioskop, agar mereka membangun di kota-kota yang belum memiliki bioskop. Selain itu, pembangunan bioskop jangan terlalu dekat.

"Peluang membuka bioskop itu lebih di daerah yang belum pernah ada bioskop. Saya sangat optimis bioskop dibuka di daerah yang belum ada bioskop dan harus diprioritaskan," pungkasnya.

Rekomendasi