2 Kali penemuan mayat di Lampung rusuh

Akibat kerusuhan itu puluhan rumah warga dibakar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
2 Kali penemuan mayat di Lampung rusuh
Bentrok Lampung. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Kerusuhan dan bentrokan antar warga di Lampung dipicu dari berbagai masalah. Salah satunya seperti masalah penemuan mayat yang baru-baru ini terjadi di Desa Sukadana Udik, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Selain rusuh, akibat penemuan mayat itu juga menimbulkan aksi anarkis yang menyebabkan 25 rumah dibakar warga. Kepolisian Lampung yang mengetahui peristiwa tersebut langsung bergerak cepat. Petugas membekuk empat orang yang diduga sebagai biang keladi kerusuhan itu."Kami telah menangkap empat orang yang diduga menjadi provokator kejadian tersebut. Penanganan masih tahap lidik sehingga empat orang ini masih akan diproses, kalau memang terbukti sebagai provokator baru akan kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistiyaningsih, Rabu (3/2).Menurut dia, pihaknya telah melakukan penanganan dan sampai saat ini baru empat orang ditangkap, kemungkinan masih ada lagi karena masih dalam pengembangan."Prosesnya masih dalam pengembangan, sehingga dapat diketahui apakah benar motif di balik kejadian tersebut adalah penemuan mayat M Jaya Pratama (13) yang dikabarkan hilang sejak (26/1) lalu," kata dia.Dia menyayangkan apabila kejadian tersebut dipicu hal itu, karena selama ini pihak kepolisian telah menegaskan bahwa hukum masih berlaku dan tindak kejahatan akan ditindak tegas."Selama ini jajaran Polda Lampung semakin intensif dalam melakukan pengamanan, sehingga puluhan bahkan ratusan pelaku kejahatan ditangkap dan ditindak tegas seperti dengan penembakan," kata dia.Seharusnya, masyarakat dapat lebih mempercayai hukum ataupun kepolisian guna menyelesaikan persoalan seperti ini. Sulis melanjutkan, pihaknya juga telah mengumpulkan tokoh agama, adat, pemuda dan masyarakat lainnya bersama Forkopimda setempat guna mengurai persoalan tersebut."Sampai saat ini situasi dapat terkendali, sementara tidak ada korban jiwa akibat kerusuhan tersebut," katanya.Terkait pengamanan lokasi pascakerusuhan, Polda Lampung telah mengirimkan sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob guna membantu pengamanan di wilayah tersebut."Selain Kapolda Lampung, Forkopimda Lampung Utara juga telah berada di lokasi dan mendirikan posko guna menampung warga yang rumahnya rusak akibat dibakar massa," pungkasnya.

Sama halnya dengan peristiwa di Lampung Utara, beberapa waktu lalu di Lampung Timur dua desa di wilayah tersebut terjadi bentrok. Gara-garanya, dua orang begal tewas dihakimi massa oleh warga Dusun Temanggung Desa Malangsari.Kemudian mayat begal tersebut ditemukan oleh kawannya. Tak terima dengan perbuatan desa tetangga, warga Desa Kedaton Kecamatan Batanghari Nuban, yang merupakan asal tempat dari korban melakukan penyerangan."Setelah dimakamkan sore harinya, ternyata ada pihak yang memprovokasi untuk melakukan penyerangan," ujar Kapolres Lampung Timur AKBP Juni Duarsah , Senin (30/11/2015).Penyerangan yang diprovokasi oleh sekelompok begal tersebut menyebabkan beberapa rumah warga hangus dibakar."Jadi ini bukan bentrok antarwarga, tapi penyerangan yang dilakukan oleh kelompok begal dengan memprovokasi warga lainnya," kata Juni lagi.Dia menyatakan, polisi sedang memburu dalang aksi penyerangan itu. Juni juga menegaskan saat ini situasi di Desa Kedaton sudah kondusif.

Rekomendasi