BIN: Amnesti Din Minimi keputusan presiden, jangan diperdebatkan

Sutiyoso mengklaim, rakyat Aceh berterima kasih karena menyelesaikan pertikaian dengan Din Minimi secara damai.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
BIN: Amnesti Din Minimi keputusan presiden, jangan diperdebatkan
penjemputan kelompok bersenjata Din Minimi. ©2015 merdeka.com/istimewa

Rencana Presiden Joko Widodo memberi amnesti kepada kelompok bersenjata Aceh pimpinan Din Minimi menuai pro dan kontra. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso enggan berkomentar banyak terkait perdebatan publik soal pemberian pengampunan pada anggota organisasi sempalan GAM tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa pemberian amnesti mutlak keputusan presiden.

"Itu sudah keputusan presiden, mau dikasih atau tidak. Tidak usah diperdebatkan lagi," kata Sutiyoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/1).

Disinyalir, jika presiden memberikan amnesti, akan ada segelintir orang yang kembali mengangkat senjata. Terkait soal ini, Sutiyoso menyebutkan hanya 0,1 persen yang diperkirakan akan mengancam. Namun dia enggan membeberkan siapa dan dari kelompok mana yang akan mengancam. "Siapa ya enggak boleh ngomong," sebut Sutiyoso.

Meski ada potensi ancaman, Sutiyoso yakin itu tidak akan mengganggu keamanan. Dia mengklaim, warga Aceh berterima kasih atas keputusan pemerintah menyelesaikan persoalan Din Minimi secara damai.

"Orang Aceh yang saya terima itu memberikan apresiasi, terima kasih luar biasa karena diselesaikan dengan cara damai," ucapnya.

Rekomendasi