Anggota Komisi III DPR, Junimart Girsang meminta kepolisian berhati-hati dalam menangani aksi massa di daerah Mempawah, Kalimantan Barat, yang menolak keberadaan kelompok gerakan fajar nusantara (Gafatar). Junimart meminta agar apapun yang dilakukan polisi dalam menyelidiki kasus tersebut jangan sampai melanggar HAM."Kita harus betul-betul berhati-hati soal Gafatar. Jangan sampai Polri bertindak membuat rakyat apatis terhadap polisi," kata Junimart dalam Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Polri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1). Politikus PDIP ini meminta agar Polri menyelidiki lebih dalam mengapa masing-masing dari pengikut Gafatar memilih berkumpul. Sebab, dia melihat tak semua yang bergabung dalam Gafatar sepenuhnya sadar. "Kalau bisa Polri menjamin bahwa mereka yang berkumpul berserikat tentu punya dasar, ada yang tidak paham, ada yang koperasi simpan pinjam. Jangan sampai dengan Gafatar ada segelintir masyarakat melakukan tindakan anarkis. Itu mesti diantisipasi Pak Kapolri," tuturnya.Sedangkan Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid menilai munculnya ormas semacam Gafatar merupakan salah satu bukti bahwa ideologi pancasila mulai terkikis. Maka dari itu dia meminta Polri aktif menghidupkan kembali wacana pancasila kepada para penganut Gafatar. "Penting Polri agar ada lagi penanaman nilai-nilai nasionalisme daan pancasila. Jangan hanya diberikan materi keagamaan saja. Materi pancasila itu penting dalam kehidupan yang berpancasila seperti ini. Ini kepentingan menjaga kedaulatan," kata dia.
Polri diminta tak gegabah usut insiden eks kampung Gafatar di Kalbar
Aksi massa di Mempawah, Kalimantan Barat, itu lantaran warga sekitar menolak daerahnya di tempati kelompok Gafatar.
Rekomendasi