560 Pasukan gabungan amankan pemulangan eks Gafatar di Semarang

Mereka nantinya dibawa ke Wisma Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah yang merupakan tempat penampungan sementara.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
560 Pasukan gabungan amankan pemulangan eks Gafatar di Semarang
massa bakar kampung eks Gafatar. ©2016 merdeka.com/istimewa

Sebanyak 360 personel dari Polrestabes Semarang akan mengamankan proses pemulangan ribuan eks anggota organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat merapat di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah."Sebanyak 360 personel dari polisi saja. Dengan instansi gabungan Satpol, Lanal, Kodim dan pihak pelabuhan total sekitar 560 personel," tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin usai mengikuti rapat persiapan pemulangan eks Gafatar di Lantai 2, Kantor Gubernuran Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan Nomor 9, Kota Semarang, Jawa Tengah.Burhanudin menjelaskan, untuk menunjang tugas pengamanan, pihaknya beserta aparat gabungan akan mendirikan posko khusus untuk pemulangan eks Gafatar tersebut."Persiapan pengamanan kami beserta instansi terkait baik pihak Lanal, Adpel, Kodim akan melakukan kegiatan dari mulai pos kedatangan di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang," ungkap Mantan Kepala Sekolah Polisi Nasional (SPN) Purwokerto ini.Setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, ribuan eks Gafatar yang dipulangkan secara bertahap ini akan direlokasi sementara. Selama relokasi, eks Gafatar akan menjalani beberapa proses, salah satunya pemeriksaan kesehatan. Kemudian setelah pulih kondisi kesehatannya akan dibawa ke Wisma Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah yang merupakan tempat penampungan sementara."Jangan sampai mabuk laut kita biarkan harus ada upaya pemeriksaan kesehatan. Setelah itu dikirim ke Wisma Haji Donohudan melalui jalur darat naik bus. Gunakan bus preman," ujarnya.Burhanudin mengimbau kepada anggotanya yang di lapangan untuk tidak terlalu memberikan tekanan kepada para eks Gafatar. Sebab, operasi pengamanan ini merupakan operasi pengamanan kemanusiaan. Sehingga harus mengedepankan kemanusiaan dalam bertugas."Ini kan pengamanan kemanusiaan ini saudara kita kebetulan salah satu penganut ajaran tidak sesuai dengan Pancasila. Dia dalam situasi tertekan. Saat di penampungan di sana juga seperti itu. Sampai sini harus kita perlakukan manusiawi lah," terangnya.Menurut rencana, untuk pemulangan eks Gafatar gelombang pertama akan dimulai Jumat (22/1) malam nanti. Dengan menumpang KM Teluk Gili Manuk milik TNI AL sebanyak 375 eks Gafatar menuju ke Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang. Mereka akan menempuh perjalanan selama kurang 40 jam melalui jalur laut."Nanti malam sesuai jadwal rencananya dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat berencana dari Pelabuhan Pontianak dengan Kapal Teluk Gili Manuk membawa eks Gafatar sebanyak 375 bergerak. Sampai sini di Pelabuhan Tanjung Emas pada hari Minggu (24/1) pagi. Menempuh perjalanan sekitar 40 jam lebih," ujarnya.Soal dari daerah mana asal 375 eks Gafatar tersebut, Burhanudin tidak berani memastikan. Hal ini karena beberapa identitas yang terkait dengan manifes penumpang kapal tidak disebutkan. Selain itu, banyak kartu identitas seperti KTP para eks Gafatar ini hilang di base camp mereka. Baik hilang karena ikut terbakar beserta rumahnya maupun hilang entah ke mana."Terdeteksi tapi alamat jelas belum kami dapatkan. Soalnya banyak KTP yang hilang, ikut kebakar bersama rumah mereka dan ketinggalan saat di camp di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat," pungkasnya.

Rekomendasi