Menristek janji bantu 'Iron Man' dari Bali urus hak paten

Selama ini, kata Nasir, banyak karya anak bangsa yang tidak memiliki hak paten.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Menristek janji bantu 'Iron Man' dari Bali urus hak paten
I Wayan Sumardana. © Bali Post

I Wayan Sumardana yang dijuluki 'Iron Man' asal Bali menjadi perbincangan berbagai kalangan atas karyanya menciptakan tangan robotik dari barang bekas. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menyatakan akan membantu pria yang akrab disapa Tawan itu terkait pengurusan hak paten.Pasalnya selama ini banyak karya anak bangsa yang populer dan inspiratif bahkan mendunia namun sering tenggelam begitu saja lantaran tidak ada hak paten terhadap produk atau inovasi yang dimiliki."Kami akan mengurus bagaimana dia (inovator) menciptakan paten yang kita bicarakan dengan bapak Menkum HAM. Sekarang lagi ada RUU tentang Paten. Kami akan bahas bersama Menkum HAM untuk dibahas dengan DPR," ujar Nasir saat menghadiri acara semarak hari bhakti Keimigrasian ke -66 di gedung Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (21/1).Dalam upaya untuk memajukan inovasi karya anak bangsa, kata Nasir, Kemenristek Dikti juga akan menggandeng kementerian terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian dan lainnya. Dia mengatakan segala potensi yang dimiliki Indonesia sudah seharusnya harus dikembangkan oleh pemerintah."Semua pengembangan teknologi, riset dan inovasi ini akan dorong terus," imbuhnya.Sebelumnya I Wayan Sumardana (31) alias Tawan menciptakan tangan robot untuk dirinya sendiri. Tangan robot itu diciptakan karena tangan kirinya yang sudah tidak berfungsi lagi dengan baik sejak mengalami stroke 6 bulan lalu.

Rekomendasi