Suksesi raja Yogyakarta, adik-adik Sultan tegur lewat surat terbuka

Ada tiga poin isi surat terbuka sang adik buat Sri Sultan.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Suksesi raja Yogyakarta, adik-adik Sultan tegur lewat surat terbuka
Open House Sri Sultan. ©2015 merdeka.com/kresna

Merenspons Dawuh Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 31 Desember 2015, adik-adik Sultan melayangkan surat terbuka. Surat itu ditanda tangani empat adik Sultan yakni GBRay Murdokusumo, KGPH Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo dan GBPH Pakuningrat.GBPH Prabukusumo menjelaskan surat terbuka tersebut sebagai tanggapan terhadap polemik di internal Keraton Yogyakarta yang tak kunjung usai."Benar kami membuat surat terbuka itu, ada juru bicara yang akan ngomong soal ini nanti," katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/1).Dia menambahkan jika inti dari surat itu ada tiga poin. Salah satunya berisi peringatan kepada Sultan agar mematuhi paugeran Keraton Yogyakarta."Surat ini untuk mengingatkan Sultan, bahwa Keraton ini lembaga adat bukan punya Sultan, jadi Sultan pun harus ikuti paugeran Keraton. Nanti silakan ke mas Pakuningrat yang jadi juru bicara kami," tambahnya.Berikut ini tiga poin isi dari surat terbuka tersebut:1. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah lembaga adat dan warisan budaya, sehingga seorang sultan lah pemilik karaton, tetapi hanya sebagai pemimpin adat. Maka segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiata karaton harus sesuai dengan tata keprajan dan paugeran karaton sebagai institusi adat.2 karaton Ngayogyakarta Hadiningrat secara historis kultural adalah warisan budata kasultanan. Trah Hamengku Buwono, sehingga segala sesuatu yang menyangkut suksesi paugeran karaton yang sudah berlangsung turun temurun dan telah banyak dicontohkan oleh para leluhur.3 yang bertahtah di karaton ngayogyakarta Hadinginrat saat ini adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X sehinga semua sabda selain dari nama yang tersebut diatas adalah tidak ada legitimasinya.Kami masih sangat berharap Ngarso Dalem dapat berubah pikiran, dan kembali menjadi Hamengku Buwono X yang santun dan bijaksana, sesuai dengan harapan seluruh masyarakat dan kerabat Kasultanan Yogyakarta.

Rekomendasi