Cerita haru ibunda lihat jasad Allya utuh setelah 5 bulan dikubur

Arnisda, ibunda Allya ikut menyaksikan proses autopsi terhadap anaknya yang dilakukan di TPU Tanah Kusir.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Cerita haru ibunda lihat jasad Allya utuh setelah 5 bulan dikubur
polisi otopsi korban klinik chiropractic. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Tim Polda Metro Jaya membongkar makam Allya Siska Nadya (29). Allya diketahui meninggal usai menjalani terapi tulang di Klinik Chiropratic First-cabang Pondok Indah Mall (PIM), Pondok Indah, Jakarta Selatan, Agustus 2015 lalu.Proses autopsi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (13/1). Tante korban, Fia Trissia (52) menuturkan ada beberapa bagian tubuh yang menunjukkan kejanggalan kematian Allya."Ada pembuluh darah pecah, masih diperkirakan kena pukulan benda tumpul, diperkirakan karena ada perlakuan kasar," ujar Fia.Kabiddokes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengaku telah mengantongi hasil autopsi Allya. Tetapi masih butuh waktu lama untuk mengetahui penyebab kematian Allya Siska Nadya (33). "Penyebab kematian ini ada beberapa kemungkinan, yang pertama mungkin akibat dari adanya pendarahan tersebut itu merangsang baru reseptor, yaitu titik saraf yang ada di kanan kiri leher yang mana baru reseptor tersebut fungsinya mengontrol tekanan darah," kata Musyafak di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/1).Musyafak menjelaskan, karena tertekan, terangsang dan sebagainya itu menurunkan atau terjadinya hipotensi. Hal ini juga sedikit relevan karena sebelum meninggal, korban diawali dengan koma.Di kesempatan itu, Kombes Musyafak langsung memberikan penjelasan hasil autopsi yang dilakukan terhadap jasad Allya. Musyafak mengatakan hasil autopsi menunjukkan terjadi pendarahan di bagian leher maupun tubuh Allya."Di mana hasil pelaksanaan autopsi pada kasus atas nama AS ditemukan resapan darah pada otot-otot dan jaringan lunak pada leher depan ke bawah," kata Musyafak saat mendampingi Krishna.Dirincinya, pendarahan di leher terjadi di cervical 1-2, kemudian resapan itu sampai ke cekungan tulang selangka ke arah kiri sampai ke leher belakang. Mulai setinggi dasar tengkorak yaitu cervical 1 atau tulang leher 1 dan tulang leher 2 sampe batas bawah leher."Kemudian didapat juga resapan darah paling hitam paling menyolok warnanya yaitu terletak setinggi tulang leher 1 dan tulang leher 2 artinya pusat pendarahannya di cervical 1 dan cervical 2 sebelah kiri, di mana di situ ada pembuluh darah arteri vertebralis," paparnya.Arnisda, ibunda Allya ikut menyaksikan proses autopsi terhadap anaknya yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir. Dengan berbalut baju gamis dan kerudung berwarna putih, Arnisda mencoba tegar menyaksikan kuburan anaknya kembali dibongkar.Dia takjub ketika menyaksikan jenazah anaknya yang masih utuh dan dalam kondisi baik. Padahal Allya sudah dikubur lebih sekitar 5 bulan atau tepatnya Agustus 2015. Dengan suara agak pelan Arnisda mengatakan bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus kematian anaknya pada polisi."Mungkin perjalanan ini dari Allah. Luar biasa Allah memperlihatkannya sekarang" singkat Arnisda kepada wartawan di TPU Tanah kusir, Jakarta, Rabu (13/1).Hal senada diungkapkan anggota keluarga korban. Paman korban menuturkan, Tuhan membuka jalan untuk pengusutan kasus ini."Sangat mengagumkan kain kafannya utuh, rambutnya utuh padahal sudah lima bulan. Kekuasaan Allah. Sehingga memudahkan di dunia kedokteran untuk memeriksa penyebab kematian," ujar paman korban, Darwan Siregar.

Rekomendasi