Bromo erupsi, Lanud Abdulrachman Saleh bersih-bersih abu vulkanik

Sebuah sweeper truck (truk penyapu) diturunkan guna membersihkan runway (landasan pacu).

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Bromo erupsi, Lanud Abdulrachman Saleh bersih-bersih abu vulkanik
Pembersihan abu Bromo di Lanud Abdulrachman. ©2016 Merdeka.com

Setelah sekitar seminggu abu vulkanik erupsi Gunung Bromo menghujani Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, pihak Dinas Operasi Lanud hari ini terlihat bersih-bersih. Sebuah sweeper truck (truk penyapu) diturunkan guna membersihkan runway (landasan pacu).Kapala Dinas Operasi (Kadisops) Lapangan Udara (Lanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Kolonel Penerbang Fairlyanto mengungkapkan pihaknya selalu mengecek kondisi abu di lapangan udara. Kondisi hari ini, katanya, abu tipis terbawa angin ke arah barat daya. Akibatnya, debu erupsi terbang ke arah bandara dan sekitarnya."Kita cek pagi dan sore, memang ada debu, tetapi tidak yang signifikan. Kalaupun turun debu, sangat tipis dan tidak terlihat," kata Fairlyanto di Lanud Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, Kamis (7/1).Ketinggian debu, menurutnya, sekitar 1000 - 1200 meter, tertiup ke arah barat daya. Sehari dua kali, pihaknya melakukan pembersihan landasan pacu, yakni setiap pagi dan sore. Perawatan bandara tetap dilakukan seperti biasa, kendati ada abu vulkanik."Kita lakukan pembersihan di runway, kita lakukan pembersihan setiap pagi dengan sweeper truck. Sore juga kita lakukan pengecekan, karena berhubungan dengan abu vulkanis Gunung Bromo yang mengarah ke barat daya," ujarnya.Lebih lanjut, dia mengatakan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Bromo tidak sampai mengganggu penerbangan. Hingga saat ini, aktivitas bandara tetap berjalan seperti biasa."Pesawat alert (waspada) pada perubahan arah angin yang membawa debu. Memang ada debu, tapi tidak begitu terasa. Tidak signifikan yang dapat menganggu penerbangan," ungkap Fairlyanto."Kondisi runway saat ini tetap bisa digunakan. Runway bersih karena pagi kita sweeper. Kita bisa meyakinkan bahwa pesawat, baik yang latihan maupun misi bisa landing dengan aman di sini," sambungnya.Dia mengaku abu vulkanik dapat terlihat dari bandara, terlebih kalau cuaca cerah. Diketahui, Bandara Abdulrachman Saleh memang dikelilingi pegunungan yang dikenal dengan 'cincin api' yang meliputi Gunung Arjuna, Semeru, Bromo dan lain-lain.Selain itu, lanjut dia, untuk kebijakan penutupan bandara, pihaknya akan menyerahkan wewenang tersebut pada Air Navigation. "Perintah AirNav menutup bandara sipil karena abu vulkanis Gunung Bromo. Karena memang AirNav sebagai filter pernerbangan sipil. Namun untuk penerbangan Militer tetap. Notem yang dikeluarkan berlaku hanya untuk penerbangan sipil," tegasnya.

Rekomendasi