Lewat puisi, Denny JA sebut Tahun Baru milik semua umat

Malam tahun baru bisa diangkat harkatnya dari pesta liburan yang ringan menjadi hari raya penuh makna bagi kesatuan.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Lewat puisi, Denny JA sebut Tahun Baru milik semua umat
Denny JA. ©2012 Merdeka.com

Untuk mengurangi konflik berdasarkan agama, etnik dan nasionalisme, malam Tahun Baru saatnya dijadikan Hari Raya bersama umat manusia, apapun agama, etnik dan nasionalismenya. Demikianlah Denny JA, aktivis Indonesia Tanpa Diskriminasi mengkampanyekannya dalam puisi sosialnya yang baru, Jumat (1/1).Puisi Ini ditulis di ujung tahun 2015 dan dimaksudkan agar Tahun baru diberikan makna baru. Denny JA mengisahkan puisinya melalui tokoh aktivis Mario dan Mona yang kadang putus asa. Tuhan yang satu, dan umat manusia juga satu membutuhkan juga hari raya bersama. Malam tahun baru bisa diangkat harkatnya dari pesta liburan yang ringan menjadi hari raya penuh makna bagi kesatuan manusia.Ini puisi selengkapnya:Malam Tahun Baru Sebagai Hari Raya Bersama"Dari tanah seribu mesjid Timur Tengah

Hingga negara penuh gereja Brazilia

Dari wilayah seribu candi di India

Hingga negara tak beragama di Cina

Langit berpesta kembang api yang sama

Tahun baru hari raya bersama""Dari negara kecil di Afrika

Hingga komunitas super power Amerika

Dari komunitas tua di Roma

Hingga negara baru Rusia

Malam berpesta kembang api yang sama

Tahun baru hari raya umat manusia"Demikianlah pidato Mario sang aktivis

Mona mendengarkannya sambil duduk manis

Kembang api segera melukis langit

Tahun baru akan terbit"Tuhan pencipta semesta Tuhan kita bersama

Bukan Tuhan milik hanya satu agama

Surga yang dijanjikan mimpi kita bersama

Bukan untuk satu agama saja

Umat manusia bersaudara

Perlu hari raya bersama

Tahun Baru kita angkat harkatnya

Menjadi hari raya untuk semua"Yang hadir di sana

Menjadi pendengar setia

Mario membuat mereka terkesima

Mereka hanya diam tak bersuara"Cintailah agamamu

Cintailah ideologimu

Cintailah negaramu

Namun di atas semua itu

Cintailah manusia yang satu

Jadikan spirit itu

Pesan suci Tahun Baru!"Mona mendengarnya termangu

Tak disadarinya konsep tahun baru seberat itu

Semula Baginya

Tahun baru liburan belaka

Dirayakan bersama handai taulan

Kadang terompet dibunyikan

Pesta kembang api menjadi hiburanIa memang nikmati count down bersama

Berteriak menyebut angka

"lima, empat, tiga, dua, satu: Aha!

Tahun baru tiba

Terompet bergema

Mereka yel bersama

Kadang bernyanyi berdansa

Saling berpelukan

Kadang berciuman

Ini memang pesta buat semua

Namun pesta yang ringan sajaPidato Mario kini mengganggunya

Sebagai aktivis muda usia

Kadang ia putus asa

Agama mengkotak-kotakan manusia

Di tangan penganutnya yang buta

Gereja dibakar di sana

Masjid dibakar di siniApapun agamanya, manusia itu satu

Apapun etniknya, manusia itu satu

Apapun negaranya, manusia itu satu

Saatnya umat manusia yang satu

Punya hari raya bersama yang satuBersemangat Si Mona

Keras tangan Mario dijabatnya

Bergetar ia berkata

"Ayo senior kita sekata

Tahun baru kita angkat harkatnya

Sebagai hari raya umat manusia

Dengan pesan yang mulia;

Mari cintai manusia saja!"

Rekomendasi