Di tengah berondongan peluru, TNI jujur tak mau ambil uang negara

Ada Kapten TNI bawa kabur duit kas Rp 2 M. Beda benar dengan para seniornya yang jujur luar biasa.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Di tengah berondongan peluru, TNI jujur tak mau ambil uang negara
Letkol Kawilarang. ©Buku A.E Kawilarang Untuk Sang Merah Putih/Sinar Harapan

Kapten M Irwansyah jadi buronan Polisi Militer. Perwira TNI ini membawa kabur duit Rp 2 miliar dari kas Korem 091/Aji Surya Natakesuma di Tarakan, Kalimantan Timur.Sejumlah laporan menyebutkan Kapten Irwansyah menggunakannya untuk hura-hura di tempat hiburan malam. Pihak POM TNI masih menyelidiki kasus ini.Yang dilakukan Kapten Irwansyah mencoreng nama TNI. Ada cerita menarik soal uang kas ini. Bagaimana tentara tak mau mengambil uang yang bukan hak mereka.Peristiwa ini terjadi 23 Januari 1950. Tentara Divisi Siliwangi di Bandung tengah berbahagia. Untuk pertama kalinya mereka akan menerima gaji. Setelah Indonesia merdeka, memang TNI belum sempat menerima gaji rutin. Mereka selalu direpotkan oleh Agresi Militer Belanda I dan II. Tak ada yang berpikir gaji, semuanya mementingkan mempertahankan Indonesia dan berjuang demi bangsa.Maka hari itu semua perwira keuangan Divisi Siliwangi berkumpul di kamar divisi keuangan. Tiba-tiba terdengar tembakan di luar markas. Tentara Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) pimpinan Kapten Westerling menyerang Bandung.Dengan keji pemberontak ini menembaki semua anggota TNI yang ditemui. Situasi lebih buruk karena menjelang penyerahan kekuasaan dari Belanda, TNI dilarang membawa senjata jika berada di kota.Pasukan APRA bergerak melewati Braga, hampir menuju markas Divisi. Maka Kepala Keuangan Siliwangi bertindak cepat. Dia membagikan uang pada stafnya, yang memasukkan uang ke dalam kantong dan segera melompat menyelamatkan diri. Mereka diperintahkan kembali ke markas esok hari setelah situasi aman dengan membawa uang itu."Keesokan harinya semua kembali ke staf dengan membawa uang untuk pasukan-pasukan dan dinas-dinas untuk melaksanakan secara resmi timbang terima uang itu. Ternyata tidak kurang satu sen pun. Begitulah tanggung jawab anggota TNI," kata Kolonel AE Kawilarang yang pernah menjadi Panglima Teritorium III Siliwangi. Bayangkan berapa besar uang itu. Ketika itu paling tidak Divisi Siliwangi mempunyai 8.000 prajurit. Tapi tak seorang pun punya niat membawa kabur uang tersebut."Waktu itu jangan coba anggota keuangan kembali ke pasukannya tanpa uang dengan alasan yang bukan-bukan. Pasti hukum rimba berlaku. Dan tidak ada sogok menyogok waktu itu," kata Kolonel Kawilarang.Sayangnya Kapten Irwansyah mungkin tak tahu kisah kejujuran para pendahulunya.

Rekomendasi