Ini trik cegah ganasnya selfie pengunjung di Kebun Raya Baturraden

Mereka juga mengeluh kekurangan petugas, buat mengurus pengunjung saat musim liburan.

Chandra Iswinarno
Oleh Chandra Iswinarno - Reporter
Ini trik cegah ganasnya selfie pengunjung di Kebun Raya Baturraden
Kebun Raya Baturraden. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno

Dunia maya sempat dihebohkan rusaknya flower bed (hamparan bunga) di Kebun Raya Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, akibat swafoto dilakukan pengunjung. Kritik pun berdatangan dari para netizen mengecam aksi selfie tanpa mempedulikan keadaan sekitar itu.Menurut tenaga lapangan di Kebun Raya Baturraden, Indarto, peristiwa itu terjadi berselang sehari setelah peresmian Kebun Raya Baturraden sepekan lalu. "Kalau tidak salah flower bed rusak sekitar tanggal 20 Desember, sehari setelah peresmian. Saat itu banyak pengunjung yang datang," kata Indarto saat ditemui, Senin (28/12).Indarto mengatakan, saat itu serbuan pengunjung meningkat tajam ketimbang hari biasanya. Mereka berswafoto di sekitar hamparan tanaman bunga miana merah atau Coleus blumei. "Tempat itu memang menjadi tempat favorit pengunjung untuk selfie. Banyak pengunjung yang merangsek ke tengah hamparan bunga untuk berfoto," ujar Indarto.Akibatnya, banyak tanaman rusak terinjak-injak, dan tanda supaya pengunjung tidak merusak tanaman juga ikut rusak. "Setelah itu banyak yang rusak. Kalau tidak salah kerusakannya selebar 40 centimeter dan masuk hingga 2,5 meter ke dalam hamparan. Atau sekitar empat sampai lima line," ucap Indarto.Setelah kejadian itu, Indarto kemudian berusaha mengembalikan kondisi hamparan tanaman sudah ditata sejak akhir Agustus 2015. "Kami semua akhirnya berstrategi untuk mengurangi kepadatan. Perlu mengarahkan pengunjung agar tidak berkumpul di satu titik kebun raya saja, kami arahkan juga ke Pancuran Pitu untuk memecah konsentrasi massa," lanjut Indarto.Persoalan minimnya personel menjadi masalah dihadapi. Saat ini, tercatat hanya ada 22 orang mengelola Kebun Raya Baturraden. Persoalan itu juga disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat pembukaan beberapa waktu lalu. Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Baturraden, Ammy Rita Manulu, juga menyatakan hal sama."Saat ini masih kurang untuk personelnya. Persoalan ini sudah kami sampaikan kepada Pak Gubernur," kata Ammy.

Rekomendasi