Dinas Pariwisata Bali bantah ada hotel hantu di tengah hutan Bedugul

Banyak sekali rumah rumah di kawasan Bedugul yang dipoles sebagai villa dan penginapan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinas Pariwisata Bali bantah ada hotel hantu di tengah hutan Bedugul
Restoran angker di Tabanan. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Dinas Pariwisata Provinsi Bali akhirnya angkat bicara soal adanya hotel berhantu di kawasan hutan di Bedugul, Tabanan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra menuturkan jika instansinya belum mendapat laporan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kota di daerah setempat.

"Kalau di daerah Bedugul bukan kapasitas saya dan saya belum pernah dengar laporan seperti itu (hotel hantu), Kalau ada data laporan lengkap saya akan minta Kepala Dinas Tabanan mengeceknya. Selama ini saya belum dapat laporan terkait," kata Yuniartha Putra, di sela acara pertemuan dengan Gubernur di Wisma Sabha Provinsi Bali, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak sekali rumah rumah di kawasan Bedugul yang dipoles sebagai villa dan penginapan. Dirinya berencana untuk melakukan pengecekan lebih lanjut soal apa yang diceritakan oleh turis asing yang mengaku tersesat di hutan dan menemukan sebuah hotel berhantu.

"Setahu saya di sana (kebun raya Bedugul) banyak rumah penduduk digunakan untuk penginapan. Kita belum tahu apakah itu hotel atau rumah," ungkapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah TJokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengakui banyak hotel kelas kecil gulung tikar lantaran menjamurnya hotel kelas serupa, dan terjadilah persaingan yang menyebabkan hotel-hotel itu berubah menjadi hotel hantu. Namun, uniknya hotel kelas melati dan homestay malah berjaya dengan tingkat hunian 30 persen.

"Kalau hotel yang kosong ada dan tidak dioperasikan lagi. Tapi, bukan dalam arti hantu itu bener, itu project macet, kalah saing dengan hotel bintang 1,2 dan 3. Dan yang unik hotel kelas melati dan homestay masih diminati wisatawan. Meski okupansinya hanya 30 persen dan dikelola kekeluargaan," ucap Cok Ace.

Informasi sementara yang didapat merdeka.com, bahwa pemberitaan yang didapat salah seorang turis dengan mengunggah ke Youtube soal temuan hotel berhantu tidaklah benar. Bahkan lokasi tersebut persis berada di pinggir jalan.

"Itu bukan hotel pak, itu restoran berlantai tiga. Ada juga memang penginapannya, sudah belasan tahun mangkrak setahun sebelum Pak Harto lengser. Memang pemandangan di belakang adalah pemandangan hutan cemara, gedungnya sudah ditumbuhi semak belukar," ungkap Dek Ari, salah seorang warga yang mengaku asal Desa Candi Kuning Bedugul, Tabanan ditemui di Denpasar.

Rekomendasi