Polisi cium unsur kesengajaan lift jatuh di Nestle

Kepolisian mencium adanya dugaan kesengajaan atas jatuhnya lift Nestle yang memakan dua korban hingga meninggal dunia.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Polisi cium unsur kesengajaan lift jatuh di Nestle
Gedung Nestle. ©2015 merdeka.com/istimewa

Putusnya tali sling lift Nestle di Perkantoran Hijau Arkadia, Jakarta Selatan, yang memakan dua orang korban meninggal diduga karena adanya kesengajaan. Hal ini dikatakan olah Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Audie Latuheru."Direktur utama (PT Eltek Indonesia) tahu kalau mereka mekanis yang tidak mengetahui (perawatan), tapi diberikan perintah," katanya setelah dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (19/12).Saat tim melakukan cek TKP, kata Audie, melihat segala perlengkapan dan juga peralatan pada lift tersebut kurang sempurna. Sehingga, lanjutnya, lift tersebut terjatuh."Kejadian lift jatuh, perlengkapan pengaman tidak terpasang sempurna, sling utama copot, maka lift jatuh. Secara mekanik ada emergency break ada di governor hook, ada mesin auto switch over speed alat itu akan membaca 60 meter per menit maka lebih itu akan mengaktifkan auto switch," katanya."Governor hook diganti dengan 6 mm, bukan karena dia sengaja, karena ketidaktahuan itu karena dia tidak memiliki sertifikat pengetahuan itu makanya dipasang. Auto break 8 mm, tapi yang ditangkap 6 mm dan nggak kepegang sama brake, kalau memang sesuai ukuran akan mengerem jika putus," tambahnya.Atas itu semua, Audie tidak tak ingin berburu-buru memanggil pihak PT Eltek Indonesia. Dirinya berkilah kalau kasus ini belum selesai melakukan penyelidikan."Fokus dulu ke pengungkapan ini, kasus ini masih belum sempurna dan belum selesai penyelidikannya," pungkasnya.

Rekomendasi