Calon penumpang pesawat dari Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, terus berdatangan. Mereka mengaku tidak mengetahui adanya penutupan akibat erupsi Gunung Bromo.Rahma Anissa, calon penumpang maskapai Sriwijaya Air mengaku baru mengetahui ada penutupan setelah tiba di bandara. Anissa berniat pulang ke Palembang dengan transit di Jakarta."Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba di sini diberi tahu kalau penutupan, baru buka besok. Tadi disuruh konfirmasi ke dalam. Dialihkan ke Djuanda," kata Anissa, Jumat (11/12).Seluruh penerbangan dari dan ke Abdulrachman Saleh dialihkan ke Bandara Djuanda di Sidoarjo. Para penumpang selanjutnya diangkut menggunakan armada bus. Pengalihan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing maskapai.Dwi Harining, penumpang asal Batu, mengaku berencana hendak ke Bogor buat acara kader lingkungan di Kementerian Lingkungan dan Kehutanan. Sempat diminta menunggu, tetapi tidak lama kemudian ada pengumuman bandara itu resmi ditutup."Pukul 08.00 WIB saya sudah datang. Info awal menunggu cuaca. Tetapi tidak lama kemudian mendapat info kalau di-cancel akibat erupsi Gunung Bromo," kata Dwi.Sementara itu dalam pantauan merdeka.com, terlihat empat bus disediakan maskapai BatikAir berjejer di halaman parkir. Bus rencananya buat mengangkut para calon penumpang menuju Sidoarjo.Bandara Abdulrachman Saleh ditutup hari ini sejak pukul 09.30 WIB, hingga Sabtu (12/12). Penutupan akibat imbas debu vulkanik dari erupsi Gunung Bromo. Seluruh penerbangan dari dan ke Abdulrachman Saleh dialihkan ke Bandara Djuanda, Sidoarjo.
Bandara Abdulrachman Saleh ditutup, penerbangan digeser ke Djuanda
Banyak penumpang tidak tahu kabar penutupan bandara.
Rekomendasi