Kasus bocah Amanda Dewi Nugroho yang tewas tersetrum saat duduk di kursi mal STC sudah memasuki masa sidang dan digelar di PN Jakarta Pusat. Selain ayahnya, ibunda Amanda, Evelin, juga bersaksi pada sidang itu.Dalam kesaksian, Evelin mengaku sangat kecewa dengan pengelola STC yang sangat tak bertanggung jawab dalam kasus yang menewaskan anaknya tersebut."Saya kecewa pihak STC tidak ada penyampaian kata maaf ke saya. Yang datang ke saya itu cuma beberapa orang yang katanya sekuriti atau tingkatnya di atas securiti," ujar Evelin saat bersaksi di PN Jakarta Pusat, Selasa (8/12).Setelah kejadian, dirinya mengaku didatangi pihak STC yang membawa amplop. Tapi dia enggan menanggapi karena menurutnya seolah STC ingin menuntaskan persoalan tersebut hanya dengan uang."Bukan harta yang saya mau tapi rasa penyesalan STC yang saya mau, malah suami saya disangka mencemarkan nama baik mal," ujarnya sesak.
TKP bocah kesterum di STC ©2014 merdeka.comDitambahkannya, pihak STC juga pernah meminta dia dan suaminya ke kantor STC untuk bertemu. Tapi dia menolak datang karena seharusnya pihak manajemen STC-lah yang mendatanginya."Bagusnya kan dia (STC) yang menemui kami, bukan kami yang ke sana," sambungnya.Dia kembali menegaskan pihaknya hanya ingin pihak STC segera menyampaikan pengakuan bahwa mereka telah lalai."Point utama saya itu STC mengakui perusahaan telah melakukan kelalaian, karena saya yakin anak saya bukan meninggal karena asma atau apa," ujarnya di akhir kesaksiannya.