Sukadi, sang pemilik kebun bunga Amarilis di Dusun Ngasem Ayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, membutuhkan biaya perbaikan kebun yang rusak terinjak-injak pengunjung."Sumbangan seikhlasnya saja. Saya ingin perbaiki tahun depan supaya tidak rusak lagi," kata Sukadi kepada merdeka.com, Minggu (29/11).Dia menceritakan awal mula menanam bunga tanaman hias tersebut karena iseng. Sebelumnya kebun tidak serimbun sekarang, hanya beberapa petak saja.Mulanya hanya beberapa orang saja yang melintas yang mampir dan membeli bunga yang ditanamnya. Dari situlah dia mendapat ide mengembangkan kebun Amarilis."Banyak pembeli saya yang berminat ingin membeli bunga Amarilis ini yang tumbuh di sekitaran rumah saya, dari situ saya punya ide untuk membudidayakan bunga tersebut," ceritanya.Untuk memulai budidaya itu, Sukadi mengeluarkan modal awal Rp 2 juta untuk membeli bibit Amarilis. Kini di lahan seluas 2.350 meter persegi miliknya sudah ada sekitar 500.000 tangkai bunga Amarilis. Setiap tangkai bunga Amarilis tersebut dijual Rp 5.000."Perawatannya muda, cuma butuh air untuk menyiram supaya tetap subur," tambahnya.Sebelumnya kebun bunga Amarilis ini membuat heboh netizen di Yogyakarta. Sayangnya akibat banyak pengunjung yang datang, kebun tersebut rusak.
Sukadi butuh biaya perbaikan kebun Amarilis yang rusak terinjak
Kini Sukadi harus menanam dari awal lagi, karena sebagian besar kebun rusak terinjak.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi