Gerakan Disiplin Nasional di Monas, sindir pejabat doyan korup

'Hambatan bangsa saat ini birokrasi yang berbelit. Kedua masalah korupsi. Ketiga aturan yang tidak bisa ditegakkan'

Dhea Nadira
Oleh Dhea Nadira - Reporter
Gerakan Disiplin Nasional di Monas, sindir pejabat doyan korup
Gerakan Disiplin Nasional di Monas. ©2015 Merdeka.com

Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Gerakan Disiplin Nasional di Pintu Barat Daya Monumen Nasional (Monas) Jakarta, pagi ini. Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan dihadiri oleh Direktur Pamong Praja, Asadullah. Acara ini akan dimeriahkan dengan kegiatan 'Colour Run' yang diikuti oleh sekitar 1000 peserta. Dalam acara tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo, mengatakan program Gerakan Disiplin Nasional harus terus menerus dikumandangkan dalam hal apapun, mulai dari hal terkecil seperti tidak membuang sampah sembarangan.Tidak hanya bagi masyarakat, dia juga mengatakan Gerakan Disiplin Nasional ini juga harus dimulai dari para pejabat pemerintahan yang harus memulai disiplin dengan tidak melakukan korupsi, menyalahgunakan aset negara hingga permainan politik uang menuju gelaran Pilkada Serentak."Hambatan bangsa saat ini birokrasi yang berbelit, yang kedua masalah korupsi. Ketiga aturan yang tidak bisa ditegakkan dengan baik, hal ini dapat menghambat investasi, bisnis dan kemajuan negara. Nah, kedisiplinan itu kuncinya," kata Tjahjo dalam sambutannya, Minggu (29/11). Gerakan Disiplin nasional merupakan salah satu program pemerintah yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo. Gerakan Disiplin ini telah diamanahkan melalui keputusan presiden RI nomor 33 tanggal 23 Mei tahun 1995. Gerakan ini bermaksud agar pembinaan disiplin nasional dapat dipicu secara terpadu dan serentak untuk mendukung upaya pemahaman masyarakat terhadap hukum dan norma yang berlaku didalam kehidupan.

Rekomendasi