Penampakan sosok yang diyakini pocong di beberapa daerah, membuat geger warga setempat. Wujud pocong yang diyakini sebagai jasad orang yang telah meninggal, bergentayangan dan tebar teror warga.Namun cerita pocong gentayangan ini memang belum semuanya terjawab kebenarannya, hanya sebatas kabar burung dari mulut ke mulut.Seperti yang terjadi di Kampung Bone-Bone, Kelurahan Pabbundukang, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Warga di sana dihebohkan dengan isu pocong bergentayangan. Si pocong ini bahkan kabarnya suka usil dan bertamu ke rumah warga."Iya lagi ramai, kabarnya begitu. Sampai katanya pocong gedor-gedor pintu rumah warga," kata petugas Polres Pangkep, Eko saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/11).Setidaknya sudah seminggu lebih warga setempat dibuat takut dengan isu pocong bergentayangan ini. Terlebih saat malam tiba, warga buru-buru menutup pintu rumah serta menghindari keluyuran.Karena tak tahan, warga lantas melapor ke kantor polisi. Tetapi inisiatif ini pun belum bisa menyelesaikan masalah secara tuntas. Bagaimana bisa teratasi, lha laporan yang disampaikan warga tidak dilengkapi dengan bukti-bukti, hanya sebatas cerita katanya-katanya. Alhasil polisi juga malah dibuat pusing.Tetapi pak polisi tetap menindaklanjuti laporan dan ketakutan warga. Saat ini, petugas masih menyisir ke lokasi yang dikabarkan warga sebagai tempat munculnya pocong."Kabarnya belum pasti, petugas masih mengecek ke lokasi, masih dicari-cari. Orang-orang di kampung cuma dengar-dengar, isunya simpang siur," terang Eko yang belum diketahui pangkatnya ini.
Advertisement
Kejadian yang sama juga pernah terjadi di Desa Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang.Kisah yang beredar di kalangan masyarakat, kejadian bermula saat ada salah satu warga kampung meninggal dunia dan dikubur di pemakaman umum. Tidak ada yang aneh dengan kondisi jenazah, bahkan warga yang mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir diiringi dengan kesedihan yang mendalam.Tetapi warga kemudian menyakini teror pocong yang selama ini terjadi di malam hari lantaran ada proses pemakaman jenazah yang tidak dilakukan sesuai syariat Islam, yaitu memposisikan jenazah terlentang dan tidak mengikat tali pocong.Pemakaman jenazah yang tak biasa ini diduga disebabkan pihak keluarga meminta untuk menelantangkan, sementara ikatan kain kafan jenazah juga tidak diperbolehkan dibuka.Diduga karena permasalahan inilah, warga menyakini pocong bangkit dari kubur dan menghantui warga. Banyak yang melihat si pocong meloncat-loncat di jalan, hingga di halaman sekitar rumah warga.Berdasarkan informasi yang dihimpun, pocong ini setiap malam keliling kampung. Pernah pada suatu malam pocong mendatangi warung makan yang ramai didatangi warga. Alhasil orang-orang yang asyik makan atau sekadar ngobrol-ngobrol, berubah takut dan lari terbirit-birit.Tak cuma itu, si pocong juga mendatangi orang yang ikut mengantarkan jenazahnya ke kuburan. Di rumah orang yang ikut menguburnya, si pocong meminta tali pocong dibuka.Bahkan kesaksian warga menyebutkan si pocong pernah mengetuk pintu rumah, dan ketika pintu di buka, terlihat pocong meloncat-loncat menjauh dari rumah menuju ke kegelapan hingga akhirnya hilang tak terlihat."Si adik datang-datang langsung bilang katanya di Tanjung Unggat ada pocong gentayangan. Minta dibukain tali kafan. Benar kagak sih," kata salah satu warga."Itu benar katanya," kata warga yang lain.Satu persatu cerita soal pocong ini lantas menyebar dari mulut ke mulut. Warga yang takut, membuat desa ini bak perkampungan mati saat malam datang. Sudah bisa dipastikan usai azan magrib, tak ada lagi warga yang berani keluar rumah apalagi melewati pemakaman.Sebab jalan menuju kampung yang berada di sekitar pesisir ini hanya satu. Jalan ini juga yang membelah pemakaman menjadi dua, di sisi kanan dan kiri jalan.
Advertisement
Terkait kasus ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan perihal pocong. Dalam Islam, membenarkan ada istilah pocong gentayangan. Tetapi bukan si jenazah yang menghantui, sebab ketika ruh sudah lepas dari badan maka tempat kembalinya adalah menghadap Tuhan. Siapa makhluk gentayangan yang suka usil?"Sebenarnya orang yang sudah mati rohnya menghadap Allah SWT. Kalau yang gentayangan itu berarti mempunyai teman hidup, jadi ada makhluk hidup yang menempel ke kita," kata Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Cholil Nafis kepada merdeka.com, Rabu (25/2).'Teman hidup' atau yang sering disebut qorin ini mengikuti sifat si Fulan, atau orang yang diikutinya semasa hidup. Setiap manusia memiliki qorin. Jika orang itu baik, suka beramal saleh dan menjauhi larangan agama, maka qorin tidak akan mengganggu orang lain selepas si Fulan meninggal.Begitu juga sebaliknya, jika selama hidup si Fulan ini dekat dengan maksiat, jahat dan memiliki segudang sifat buruk lainnya, maka amalan-amalan ini tetap melekat ke qorin meski si Fulan sudah meninggal.Dengan begitu, maka tak menutup kemungkinan jika si qorin menampakkan diri, dapat berwujud menyerupai orang yang telah meninggal."Kalau orangnya baik si qorin enggak ganggu orang, tetapi kalau jahat, teman kita dari makhluk halus menjelma jadi kita, makanya jadinya ada istilah pocong," lanjut Cholil.Sehingga penyebab ada pocong atau setan gentayangan menampakkan diri, bukan disebabkan tali pocong jenazah tidak dibuka ikatannya. Tetapi karena penjelmaan dari qorin. Jadi Cholil menyarankan kepada warga agar tak usah membongkar lagi kuburan dan melepas tali ikat pocong."Ya enggak perlu, yang penting adalah ruhnya. Jadi bukan karena enggak dibuka terus jadi pocong."Lantas mengapa semua itu bisa terjadi? Tak menutup kemungkinan, lanjut Cholil, si Fulan saat hidupnya entah sengaja atau tidak mengganggu jin yang memang habitatnya berada di lembah. Tetapi untuk dugaan si Fulan memelihara jin, sepertinya itu masih jauh dari kebenaran."Mungkin di suatu tempat, di lembah tempat jin, diganggu. Lantas jin keluar menjadi makhluk menakutkan," terang Cholil.Islam memberikan senjata ketika bertemu pocong gentayangan atau makhluk halus yang suka mengganggu. Pertama membaca doa a'uzubuka lima tillahit tammati min syarri maa khalaq."Sedangkan ayat kursi buat mengusir setan dan surah Annas dan Alfalaq," imbuhnya.