Penipuan SMS berkedok pejabat punya jaringan dengan mama minta pulsa

Polisi masih memburu pelaku lain yang dideteksi banyak di Makassar.

Diaz Abraham
Oleh Diaz Abraham - Reporter
Penipuan SMS berkedok pejabat punya jaringan dengan mama minta pulsa
Ilustrasi Penipuan SMS. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Polisi berhasil meringkus 16 orang yang masuk jaringan penipuan via pesan singkat (SMS) dengan modus mengaku pejabat instansi pemerintah. Ternyata mereka berafiliasi atau memiliki hubungan dengan jaringan penipuan lewat sms mama minta pulsa.

"Mereka memiliki hubungan, mereka jaringan dari Sidrap, Makassar. Mereka juga sama-sama menggunakan rekening yang sama hanya dituker rekeningnya," kata Kepala Sub Bidang Tim Unit II Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Jerry R Siagian ketika ditemui di ruangannya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/11).

Dari 16 orang yang ditangkap, ada tiga pimpinan dari jaringan ini yakni Andi Amin yang mengkoordinir Rafly Ramadan, Nawu dan Kristandi. Lalu M. Natsir yang mengomandoi Neti dan Flip. Kemudian Andi Yaser yang mengkoordinir Ridwan, Irwan, dan Dedi.

Ketiga orang tersebut saling berhubungan untuk melakukan aksi mengelabui korban. Mereka sekaligus menjalankan peran berpura-pura sebagai pejabat instansi pemerintah untuk mengelabui calon korban.

Natsir menjadi penghubung dengan jaringan penipuan mama minta pulsa. Nati dan Firdaus merupakan orang yang mengurus pembuatan rekening. Sedangkan tersangka lainnya bertindak sebagai pengambil uang.

Polisi masih mencari tersangka lainnya. "Makassar masih banyak. Beberapa kelompok sudah diambil, sudah berkurang," lanjutnya.

Pelaku dikenakan Undang-Undang soal penipuan pasal 378 dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Rekomendasi