Banyak cara bagi orang tua untuk mendidik karakter anak tanpa terkesan menggurui. Salah satunya dengan menyuguhkan animasi kepada anak anak mereka. Animasi yang dipilih orang tua tentu tidak hanya sekadar animasi yang membuat buah hati mereka senang, namun juga mengandung unsur pendidikan.Tidak sedikit pula orang tua memanjakan anak mereka dengan memberikan suguhan animasi animasi lokal yang dirasa cukup aman jika ditonton oleh anak anak yang masih perlu pengawasan dalam bersikap. Animasi lokal dipilih disebabkan kemasan dan cerita yang ditampilkan sesuai dengan karakter atau kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia. Berbeda dengan animasi luar negeri yang identik dengan merendahkan satu sama lain, menayangkan beberapa adegan kekerasan, dan masih banyak contoh yang dikhawatirkan oleh orang tua. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menganggap selama animasi lokal yang disuguhkan tidak ada unsur kekerasan dan masih berada dalam koridor kebudayaan Indonesia hal tersebut tidak masalah. Meski demikian Arist mengingatkan peran orang tua tetap harus mengawasi meskipun yang ditonton anak anak animasi lokal yang aman."Saya kira jika masih berbudaya lokal, tidak terkontaminasi dengan kekerasan enggak ada masalah," ujar Arist kepada merdeka.com Jumat (6/11). Arist menambahkan animasi lokal memang cocok untuk pembelajaran karakter bagi anak, namun tidak serta merta anak dibiarkan menonton begitu saja tanpa adanya pengawasan dari orang tua. Dia memberi contoh animasi lokal seperti Unyil, yang menurutnya animasi tersebut sangat bagus untuk pembelajaran karakter bagi anak. "Saya masih ingat sekali dengan Unyil, seharusnya animasi animasi lokal bisa seperti itu. Di sana kan ada ibu Bariyah, unyil, Pak Ogah, nah nanti anak-anak bisa belajar dari karakter yang ada di Unyil," lanjutnya. Meski dalam animasi lokal juga menampilkan hal hal yang tidak sopan, justru di sinilah orang tua melaksanakan perannya untuk memberi penjelasan kepada buah hati mereka. Dari sini pula komunikasi antara orang tua dan anak semakin erat. "Saya kira wajar wajar saja kalau di animasi lokal ada adegan anak kecil yang nakal, atau kenakalan kenakalan anak kecil yang lumrah dilakukan. Biar nanti orang tua yang memberikan pengertian kepada anaknya. Yang salah kan tidak ada pengalaman dalam pendampingan bagi orang tua, anak dibiarkan begitu saja menonton tanpa ada pengawasan," ujar Arist di akhir wawancara.
Meski animasi karya lokal, anak harus didampingi saat menonton
Orang tua harus bisa menjelaskan kepada anak jika ada adegan yang tidak sesuai bagi mereka.
Rekomendasi