Bangkitnya serial animasi anak karya anak bangsa

Karya animasi lokal kini mampu bersaing dan digemari anak-anak Indonesia.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Bangkitnya serial animasi anak karya anak bangsa
serial animasi lokal. ©2015 Merdeka.com

Minggu lalu, tepatnya Jumat (30/10), kabar duka datang dari dunia seni Indonesia. Drs Suyadi atau yang terkenal dengan Pak Raden meninggal dunia di usia 82 tahun. Di usia yang sudah sepuh Pak Raden beberapa kali mengalami sakit.Pak Raden atau Suyadi lahir di Puger, Jember, Jawa Timur 28 November 1932. Dia dikenal sebagai pencipta boneka Si Unyil yang digemari anak-anak tahun 80-an yang ditayangkan di TVRI. Setelah Si Unyil tak tayang lagi, belasan tahun kemudian tak ada lagi serial anak asli bikinan Indonesia. Stasiun TV lebih suka berlomba menayangkan kartun-kartun Jepang yang mulai masif tayang pada awal tahun 90-an.Bahkan beberapa tahun terakhir, animasi asal Malaysia, Ipin dan Upin menjadi tontonan yang sangat digemari di tanah air. Tak cuma oleh anak-anak, serial Ipin dan Upin juga disuka orang dewasa lantaran ceritanya yang lucu dan sosok Ipin dan Upin yang menggemaskan. Sampai sekarang, Ipin dan Upin masih banyak diminati.Namun kini, seiring dengan perkembangan animasi di tanah air, serial anak mulai bermunculan di layar kaca. Sebut saja Keluarga Somat yang tayang di Indosiar, serta Adit & Sopo Jarwo di MNCTV. Kedua serial animasi anak tersebut seakan menjawab dahaga publik atas hiburan anak yang berkualitas.Selain dua serial animasi di atas, masih ada lagi beberapa serial animasi yang juga tayang di televisi. Apa saja serial tersebut, serta bagaimana perkembangan animasi anak di Indonesia? Merdeka.com dalam tematik kali ini mengangkat serial animasi anak yang kini mulai marak, serta prestasi dan tantangannya ke depan. Selamat membaca.

Rekomendasi