Bos penipu Effendi alias Lekkeng (30) dalam sehari bisa mendapat uang dari hasil kejahatan yang tidak sedikit. Uang haram itu diraih dengan modal kirim short message service (SMS) 'Mama Minta Pulsa'."Setornya per hari. Biasanya sehari Rp 3 juta, kebanyakan Rp 7 juta. Itu juga bagi hasil," ujar Effendi di Polda Metro Jaya, Jumat (6/11).Selain itu, Effendi juga kerap kirim pesan info menang undian, dan kabar ada keluarga yang kecelakaan kepada calon korbannya. Dia pun punya anak buah sehingga tinggal menunggu setoran."Biasanya empat atau lima. Biasanya satu korban Rp 1 juta atau Rp 700 ribu. Sehari kirim 6.000 SMS," ungkapnya.Dia mengaku merogoh kocek hingga Rp 30 juta untuk melancarkan aksinya sebagai modal. Uang itu dipakai untuk beli HP, sim card, buka buku tabungan, beli pulsa dan modem. "Ngisi pulsa modem Rp 50 ribu. Kalau pendaftaran sebulan Rp 79 ribu, kita masukin Rp 80 ribu khusus SMS," tandasnya.Seperti diketahui, Personel Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya berhasil menangkap buronan pasangan suami istri, pelaku penipuan melalui online dan Short Message Service (SMS), setelah mengintai beberapa dari di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.Pasutri ditangkap ini bernama Effendi alias Lekkeng (30 tahun) dan istrinya, Herawati. Mereka warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Pasutri ini diburu polisi sejak dari Cianjur, Jakarta, lalu menuju Makassar, Sidrap, Luwu Timur, Kolaka Utara (Sulawesi Tenggara), dan kembali ke Sulsel, tepatnya di wilayah Kabupaten Wajo.
Sehari kirim 6.000 SMS, bos penipu 'Mama Minta Pulsa' raup Rp 7 juta
Biasanya satu korban Rp 1 juta atau Rp 700 ribu. Sehari kirim 6.000 SMS," ungkap Effendi.
Rekomendasi