KPK & Bareskrim sepakat kerjasama usut kasus Pelindo II

Johan Budi mengungkapkan jika koordinasi antara keduanya tidak akan berhenti pada pengungkapan korupsi Pelindo II.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
KPK & Bareskrim sepakat kerjasama usut kasus Pelindo II
Komjen Anang Iskandar . ©2013 Merdeka.com

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Anang Iskandar akhirnya keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah 4 jam bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK Johan Budi. Keduanya yang keluar secara bersamaan itu langsung menemui awak media yang sedari tadi sudah menunggu.Komjen Anang mengaku kedatangannya ke KPK guna berkoordinasi terkait kasus Pelindo II. "Dalam rangka koordinasi Bareskrim dengan KPK tentang Pelindo II," ujar Komjen Anang kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/11).Meski demikian, Jenderal Bintang Tiga ini menegaskan jika proses penyelidikan kasus Pelindo II yang dilakukan KPK dan Bareskrim Mabes Polri berbeda. "Objeknya berbeda tapi untuk melakukan langkah-langkah juga berbeda. Jadi tersangkanya bisa sama," tegasnya.Senada dengan Komjen Anang, Johan Budi mengungkapkan jika koordinasi antara keduanya tidak akan berhenti pada pengungkapan korupsi di perusahaan pelat merah pimpinan RJ Lino tersebut."Pertemuan antara Bareskrim dan KPK ini bukan pertemuan pertama yang terakhir. Ini adalah titik temu atau pembuka kalau ada kasus lain bisa dikoordinasikan antara KPK dan Bareskrim," ungkapnya.Johan juga menegaskan kasus Pelindo II yang sedang diselidiki KPK berbeda dengan Bareskrim. "Kalau di KPK masih penyelidikan tetapi kalau di Bareskrim sudah penyidikan," tandasnya.Seperti diketahui, penggeledahan kantor PT Pelindo II yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri saat dipimpin oleh Komjen Budi Waseso beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Diduga terjadi korupsi pengadaan 10 unit mobil crane di tubuh perusahaan pelat merah itu. Kasus ini menjadi sorotan publik saat penggeledahan kantor Pelindo II diprotes oleh Direktur Utama PT Pelindo II, Richard J Lino, yang kemudian menelepon Sofyan Djalil yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian.Beberapa pejabat pemerintahan turut bersuara mengenai penggeledahan PT Pelindo II, termasuk salah satunya Menteri BUMN Rini Soemarno. Rini kemudian menelepon Kapolri meminta penjelasan perihal penggeledahan itu.

Rekomendasi