Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah

Dulu jumlah perajin payung geulis ini hampir sekampung, namun kini hanya menyisakan tujuh orang saja.

Nanda Farikh Ibrahim
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Seorang perajin menyelesaikan pembuatan payung kertas atau yang lebih dikenal dengan payung geulis di Kampung Panyingkiran, Indihiang, Tasikmalaya, Rabu (4/11). Dulu jumlah perajin payung geulis ini hampir sekampung, namun kini berkurang drastis dan hanya menyisakan tujuh orang saja. ©2015 merdeka.com/arie basuki
1 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Berkurangnya perajin tersebut dikarenakan banyaknya generasi muda yang tak berminat terhadap keberadaan payung geulis. ©2015 merdeka.com/arie basuki
2 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Selain itu, peminat payung geulis semakin hari kian sedikit. ©2015 merdeka.com/arie basuki
3 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Itu dikarenakan fungsi payung geulis mulai bergeser. Bukan sebagai pelindung diri dari panas dan hujan lagi. Melainkan hanya untuk hiasan. ©2015 merdeka.com/arie basuki
4 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Dalam sebulan perajin payung geulis mampu mengerjakan 200 buah. ©2015 merdeka.com/arie basuki
5 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Perajin membanderol payung geulis dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 300 ribu. ©2015 merdeka.com/arie basuki
6 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Perajin tengah menyelesaikan pembuatan payung geulis di Kampung Panyingkiran, Indihiang, Tasikmalaya, Rabu (4/11). ©2015 merdeka.com/arie basuki
7 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Perajin tengah menyelesaikan pembuatan payung geulis di Kampung Panyingkiran, Indihiang, Tasikmalaya, Rabu (4/11). ©2015 merdeka.com/arie basuki
8 dari 8 halaman
Potret perajin payung geulis di Tasikmalaya yang nyaris punah
Perajin tengah menyelesaikan pembuatan payung geulis di Kampung Panyingkiran, Indihiang, Tasikmalaya, Rabu (4/11). ©2015 merdeka.com/arie basuki
Rekomendasi