Para pedagang di Cileungsi keluhkan truk sampah ke Bantargebang

Warga mengeluhkan sampah yang berceceran di jalan hingga menimbulkan bau tak sedap.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Para pedagang di Cileungsi keluhkan truk sampah ke Bantargebang
Warga Cileungsi tolak sampah DKI. ©2015 merdeka.com/hana adi

Padatnya jalan raya tentu bukan lagi hal yang asing untuk diperdebatkan. Namun, bagaimana bila padatnya jalan raya disertai dengan beberapa buah truk yang membawa tumpukan sampah di bak belakang? Tentu hal ini perlu diperbincangkan.Bau tak sedap tentu akan terendus oleh hidung setiap orang yang ada di sekitarnya. Jatuhnya sampah dan menetesnya air dari bak sampah truk akan jadi pemandangan yang tak terhindarkan di Prapatan Cileungsi.Di luar hal itu, pasti akan ada yang merasakan imbas dari truk pengangkut sampah dari Jakarta ini. Salah satunya adalah pedagang minuman yang berjualan di sebuah rumah toko (ruko) yang berada di pinggir Prapatan Cileungsi."Saya emang baru 4 bulan jualan di sini. Selama jualan di sini ya efek melintasnya truk sampah itu ngaruh banget. Baunya sih terutama," ujar Wawat Sukmawati kepada merdeka.com saat ditemui di warungnya, Senin (2/11).Semangatnya untuk mengumpulkan pundi-pundi rezeki mengalami sedikit gangguan hanya karena segelintir truk sampah yang tiap hari selalu melintas di depan warungnya."Saya juga risiko kalau lagi macet di sini truk sampah semua. Baunya sama pemandangannya agak mengganggu," terangnya.Alhasil, Wati seperti harus terbelenggu dalam arus lalu lintas truk sampah yang melintasi rukonya. Tak sedikit pula konsumennya berkicau karena bau tak sedap truk sampah."Ke ganggu, aturan rame jadi kurang rame karena bau tak sedapnya. Pemasukan otomatis ya enggak banyak," paparnya.Tak hanya Wati sebagai penjual yang terganggu, Asep, salah satu warga yang sering nongkrong di warungnya juga merasa risih dengan kehadiran truk sampah DKI yang melintasi Prapatan Cileungsi."Merasa terganggu, kalo lagi nongkrong sambil ngopi jadi ga enak baunya. Mau makan juga jadi bau. Soalnya kan sampahnya jatuh, air sampahnya netes ke tanah. Belum lagi ada belatung yang jatuh juga," kata dia.Ia juga tak memungkiri jika beberapa angkot terkadang sering kehilangan penumpangnya yang tak kuasa menahan bau dari truk sampah. Meski begitu, untuk saat ini mereka bisa lega karena bisa menghirup udara segar dan memandangi padatnya angkutan umum dan pribadi yang melintas di Prapatan Cileungsi."Enak sih hari ini enggak ada truk sampah, ada untungnya buat pedagang lah ya. Jadi enggak terganggu sama bau," tutupnya seraya tersenyum.

Rekomendasi