Cegah penumpang jatuh, polisi akan ditempatkan di bus Bandros

Penumpang nantinya dilarang berdiri saat bus berjalan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Cegah penumpang jatuh, polisi akan ditempatkan di bus Bandros
Bandros. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Insiden jatuhnya penumpang bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros) menjadi evaluasi pihak kepolisian. Karena saat di lapangan masih banyak penumpang yang tidak mengindahkan aturan. Polisi pariwisata pun akan ditempatkan di bus klasik itu."Saya sampaikan ke Pak Wali Kota (Ridwan Kamil) nanti selain Bandros itu harus ada kenek atau pengawas di atasnya, perlu ada polisi pariwisata ditaruh di situ untuk mengawasi," kata Kapolrestabes Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Kamis (29/10).Keberadaan Bus Bandros sendiri memang cukup banyak mendapat diapresiasi warga mengingat Bandung sendiri saat ini menjadi tujuan wisata. Ada tiga bus dua tingkat yang dioperasionalkan untuk mengajak wisatawan keliling Bandung."Inikan terobosan wali kota. Kita harusnya mendukung. Supaya tau apa kelebihan Bandung. Inikan ide. Tapi tiba-tiba ada kecelakaan, kita evaluasi. Nah, makannya ini ada polisi pariwisata yang memberi tahu," terangnya.Aturan yang sudah dilakukan sejak dioperasikannya Bus Bandros lanjut dia, bahwa penumpang di lantai dua tidak boleh berdiri saat berjalan. Inilah yang terjadi pada korban Andy saat tubuhnya terhempas di Jalan Wastukencana, Bandung, Rabu (28/10)."Jadi selama jalan enggak boleh berdiri. Boleh berdiri asalkan kendaraan berhenti. Ini mungkin harus disampaikan pengguna Bandross," terangnya.Pantauan di halaman Mapolrestabes Bandung, Bus Bandros kuning yang mengangkut korban bersama 19 mahasiswa lainnya masih diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Rekomendasi