Mucikari artis, Robby Abbas (RA), akhirnya divonis satu tahun empat bulan oleh majelis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun dalam fakta persidangan banyak terungkap fakta-fakta mengejutkan.Ternyata RA memiliki banyak anak buah yang bisa dibooking siapa saja. Anak buah RA terdiri dari model hingga artis. Dalam fakta persidangan juga terungkap selain Amel Alvi, ada nama Shinta Bachir dan Tyas Mirasih yang ikut menjadi 'ayam' RA.Hal tersebut diungkap oleh Hakim Effendi Muhktar saat membacakan fakta persidangan di Ruang sidang 7 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015) lalu.Tiga artis ini merupakan 'anak asuh' RA telah menjual dirinya lebih dari satu kali. Ketiga artis itu juga disebut telah mengantongi puluhan juta dari menjual tubuhnya. "Amelia Alviani telah mengaku tiga melakukan transaksi, satu kali di Surabaya pada 2014 dengan biaya transaksi Rp 15 juta, satu kali di Hotel Pan Pasific pada 2014 dengan biaya transaksi Rp 15 juta, dan terakhir pada 2015 di Pasific Place dengan biaya Rp 20 juta," kata Hakim Effendi.
Advertisement
Dalam fakta persidangan terungkap Tyas Mirasih pernah melayani seorang berinisial BK di sebuah hotel bilangan Grogol, Jakarta dengan biaya Rp 22 juta. BK sendiri disebut-sebut sebagai seorang anggota dewan.Pieter Ell, pengacara Robbie Abbas sedikit demi sedikit membuka identitas politisi yang sering menggunakan jasa kliennya. "Inisialnya BK, anggota DPR di tingkat Provinsi di Jawa," kata Pieter Ell di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).Pieter menyebutkan pelanggan RA itu sering berkencan dengan anak asuh kliennya di sebuah hotel di bilangan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat."Provinsinya yang ada bencana lumpurnya," kata Pieter usai sidang waktu itu.
Advertisement
Jika merujuk pada teka-teki yang disampaikan Pieter, maka yang dimaksud adalah seorang anggota DPRD Jatim, dan berinisial BK. Lalu siapa BK tersebut?Tidak banyak anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang berinisial BK. BK di media sosial ramai-ramai disebut sebagai Benjamin Kristianto.Sejak inisial BK disebut dalam persidangan, Benjamin pun seolah menjadi tertuduh. Di Dunia maya ramai menyebut bahwa kemungkinan BK yang dimaksud adalah dirinya. Namun Benjamin langsung membantahnya."Ampuuunnn. Nama saya disebut-sebut di sosmed (sosial media). Coba dicek di DPRD II (kabupaten/kota). Kalau di Jawa Tengah? Mungkin ada anggota dewan berinisial BK," kata dia balik bertanya kepada wartawan yang menghubunginya dari Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa malam (27/10). Politisi yang juga berprofesi sebagai dokter ini merasa namanya dicemarkan atas kasus ini. Tak hanya namanya, dan statusnya sebagai anggota DPRD Jawa Timur, melainkan juga partai yang membesarkannya, yaitu Partai Gerindra. "Saya ingin mencari tahu dulu, apakah BK itu benar saya. Saya belum ingin melapor dulu. Saya akan selidiki apakah BK yang disebut itu saya, atau anggota DPRD Jawa Tengah, Jawa Barat atau tingkat II," tandasnya. Lalu siapa BK yang dimaksud?