Peneliti Terorisme di Asia Tenggara, Sidney Jones, menganggap pemblokiran situs yang bersifat radikalisme tidak akan menekan jumlah terorisme di dunia. Menurut dia, untuk mendapatkan informasi, pemerintah seharusnya menganalisa lebih jauh situs tersebut."Untuk menganalisa semua gerakan internet. Ada begitu banyak informasi penting. Kalau bisa menganalisa pasti kita dapat informasi penting," kata Sidney dalam acara launching buku 'Invasi Terorisme Ke Cyberspace' di Jakarta, Selasa (20/10).Sidney justru mempertanyakan seberapa penting dan seberapa besar pengaruh pemblokiran situs terhadap aksi-aksi terorisme.Bukan tanpa pendapat itu disampaikan Sidney. Sebab, dijelaskan dia jika memang ada situs-situs yang diblokir menurut Sidney akan lahir situs-situs radikal baru."Apa gunanya memblokir situs-situs tersebut," ungkap dia.Untuk itu, Sidney mengajak semua pihak agar berpikir lebih realistis. Dia menginginkan baik pemerintah atau peneliti terorisme mau menganalisa setiap pergerakan kelompok teroris di dunia maya."Yang penting buat saya adalah bagaimana menganalisa isi dari situs tersebut," pungkasnya.
Sidney Jones nilai pemblokiran situs tak pengaruhi gerakan terorisme
"Yang penting buat saya adalah bagaimana menganalisa isi dari situs tersebut," katanya.
Rekomendasi