Pencetak uang palsu di Sidrap ternyata aktivis LSM yang vokal

Diduga Arfa juga terlibat perkara curanmor dan peredaran narkoba.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Pencetak uang palsu di Sidrap ternyata aktivis LSM yang vokal
Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Arfa Abdullah (47 tahun), warga Jalan Usman Balo, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, sekitar 170 kilometer dari Kota Makassar, diperiksa intensif oleh penyidik Polres Sidrap. Dia mendekam dalam ruang tahanan Polres Sidrap sejak diringkus pada Kamis (15/10), pukul 21.30 WITA, karena ketahuan mencetak uang palsu di rumah kontrakannya.Padahal, selama ini Arfa Abdullah dikenal sebagai pegiat salah satu lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Sidrap. Namun dia harus digelandang ke kantor polisi karena melakukan tindakan melanggar hukum.Oleh polisi, malam itu juga dia langsung ditetapkan sebagai tersangka bersama dua rekannya, yang juga diringkus di tempat yang sama. Kedua rekannya itu masing-masing bernama Rusman Leddu (37 tahun), dan Parman Tato (51 tahun).Saat penangkapan, polisi menyita dua unit mesin pencetak Canon Pixma, satu unit komputer jinjing, benang-benang pengaman uang palsu, dan uang palsu senilai puluhan juta rupiah, mulai dari pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu.Kapolres Sidrap, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, yang dikonfirmasi, Jumat, (16/10), mengatakan, Arfa Abdullah pegiat LSM di Sidrap. Namun, dia tidak merinci nama LSM tempat Arfa Abdullah bergabung."Yang jelas, di sini dia dikenal sebagai aktivis LSM yang vokal," kata Anggi.Benda lain ditemukan saat polisi menggerebek kontrakan Arfa, lanjut Anggi, adalah sejumlah surat-surat kendaraan bermotor, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor dan mobil, dengan nama orang lain. Juga ditemukan Surat Izin mengemudi (SIM).Bahkan, polisi juga menemukan peralatan biasa digunakan orang mengkonsumsi narkoba. Seperti 12 sedotan plastik, 10 plastik sachet kosong, dua korek gas, dan berbagai jenis alat isap sabu.Menurut Anggi, tidak tertutup kemungkinan Arfa selain mencetak uang palsu, ikut terlibat dalam peredaran narkoba dan pencurian kendaraan bermotor."Barang bukti yang ditemukan seperti itu olehnya patut diduga jika tidak hanya mencetak uang palsu. Arfa dan rekan-rekannya bisa saja terlibat narkoba dan curanmor. Kita akan telusuri itu," ucap Anggi.

Rekomendasi