Anak kecil nakal merupakan hal wajar, tetapi bagaimana jika kenakalannya melebihi batas? Pandai meracik miras hingga membunuh teman.Seperti yang terjadi di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dua murid kelas VI SD 377 Arasoe, Wy (12) dan AA (12) meracik miras oplosan dari spiritus dan minuman energi khusus dewasa. Mereka menjadikan lokasi di belakang sekolahan sebagai tempat 'produksi'.Wy dan AA lantas menyuguhkan miras oplosan kepada adik-adik kelasnya, enam murid kelas III. Keenamnya bahkan sempat menenggak miras oplosan tersebut. Beruntung bocah-bocah ini tidak sampai teler.Kapolsek Cina AKP Erwin Surahman yang dikonfirmasi menjelaskan, ada enam murid kelas III yang minum tetapi hanya sampai ke tenggorokan, tidak sempat tertelan karena langsung dimuntahkan."Kejadiannya seminggu lalu tetapi hari ini keluarga murid SD yang sempat menenggak minuman itu menyampaikan ke kami," kata AKP Erwin Surahman, Kamis (15/10).Saat ditanya polisi, keduanya hanya terdiam, termasuk saat ditanya siapa yang mengajari membuat minuman itu dan apa tujuan mengajak adik kelasnya untuk meminumnya.
Advertisement
"Justru dua murid kelas VI tidak meminum hasil racikannya sendiri," kata Erwin.Menurutnya, beberapa hari sebelumnya antara orangtua murid ini dengan pihak sekolah telah membuat kesepakatan. Bahwa jika kasus itu terulang maka orangtua murid menerima jika anaknya dikeluarkan dari sekolah."Memang kasus ini dianggap telah selesai. Kejadian ini juga tidak sempat berdampak bagi kesehatan murid yang meminum karena tidak sempat tertelan. Hanya saja diminta kepada para guru dan orangtua murid untuk senantiasa memantau anak-anaknya," kata AKP Erwin.Di Makassar, siswa kelas I SD Inpres Tamalanrea V tewas setelah dikeroyok tiga teman sekolahnya. AS yang baru berusia enam tahun sempat kritis selama lima hari di rumah sakit.Peristiwa ini terjadi pada Kamis 27 Maret 2014, saat jam istirahat di halaman sekolah.Korban oleh orangtuanya dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Meski sudah mendapat perawatan, namun nasib berkata lain. AS mengembuskan napas terakhir.
Advertisement
Bahkan di Balikpapan, Kalimantan Timur, bocah kelas dua SD berinisial MAM (8) dibunuh temannya yang sudah duduk di kelas enam SD hanya gara-gara saling olok.Pelaku yang masih di bawah umur itu tega membunuh temannya yang masih kecil hanya menyebut-nyebut nama orangtuanya dengan nama panggilan.Korban ditemukan tewas di ladang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Kilometer 12 jalan PDAM RT 17 kelurahan Karang Joang kecamatan Balikpapan Utara, Jumat (14/4/2014).Di Jakarta, AN (8) siswa kelas dua SD tewas saat mengikuti pelajaran olahraga di sekolahnya. Siswa tersebut tewas setelah berkelahi dengan teman sekolah berinisial (8)."Kami periksa sejumlah saksi, termasuk guru dan ibu korban," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Nunu Supadmi, Jumat (18/9).
Advertisement
Polisi juga membawa jasad murid kelas 2 SD Negeri Pagi 02 Kebayoran Lama Utara itu ke Rumah Sakit Fatmawati guna menjalani autopsi agar mengetahui penyebab kematian.Sementara itu, bapak korban Wawan menuturkan istrinya Karisa yang pertama kali menyampaikan informasi kematian anak keduanya itu.Wawan mengaku pasrah dengan meninggalnya AN dan akan menyelesaikan peristiwa itu secara kekeluargaan.